Rita Widyasari

Dari Kuba, Jaya Suprana Menangis Menyaksikan Long March Ciamis-Jakarta

Politik  SELASA, 29 NOVEMBER 2016 , 19:58:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

<i>Dari Kuba, Jaya Suprana Menangis Menyaksikan Long March Ciamis-Jakarta</i>

Net

DI belahan akhir 2016, saya sedang berada di Havana, Kuba untuk menjumpai Dubes RI untuk Kuba di kantor KBRI di Havana dalam rangka mempersiapkan rencana kerja sama kebudayaan Indonesia-Kuba. Di Kuba, secara kebetulan saya sempat menyimak berita tentang long-march ribuan santri perwakilan dari Pondok Pesantren se-Kabupaten Ciamis ke Jakarta dangan berjalan kaki.
Long-March terpaksa dilakukan karena tidak memperoleh bus yang bersedia mengangkut massa dari Ciamis ke Jakarta terkait aksi unjuk rasa 2 Desember 2016. Mereka mengambil titik awal menempuh perjalanan jauh dengan jalan kaki, long march dari Masjid Agung Ciamis, Senin 28 November 2016.

Sebelum mengawali perjalanan panjang untuk bergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, para santri mendapat arahan dari koordinator kegiatan. Santri yang siap menempuh perjalanan sekitar 300 kilometer tersebut sudah membawa bekal yang dimasukkan di dalam tas punggung. Selain itu beberapa di antaranya juga mengenakan caping dan tongkat.

Pada barisan depan ada yang membawa bendera Merah Putih. Setelah konsolidasi dianggap selesai, dari Masjid Agung Ciamis, massa santri mulai bergerak menyusuri jalan hingga seterusnya menuju Jakarta. Beberapa tempat istirahat, terutama pondok pesantren yang bakal dilewati, juga telah dipersiapkan menerima mereka.

Pikiran Rakyat memberitakan: "Tidak ada angkutan bus, karena PO bus dilarang, tidak menyurutkan tekad kami pergi ke Jakarta dengan jalan kaki. Kami mohon doa dari seluruh umat muslim agar diberi kekuatan, keselamatan dan kelancaran," tutur Komando Lapangan, Deden Badrul Kamal, Senin 28 November 2016 di halaman Masjid Agung Ciamis.  

Deden menegaskan, aksi GNPF MUI yang berlangsung 2 Desember 2016 di Jakarta, tidak ada niatan untuk makar, sebab murni membela Islam. Para santri, lanjutnya, hanya diminta membawa sajadah, Alquran dan bekal untuk perjalanan. Rombongan santri asal Ciamis, direncanakan sampai di Jakarta pada Jumat 2 Desember 2016.

"Tidak ada senjata, hanya sajadah dan Alquran. Tudingan yang sangat keji, jika yang kami lakukan dianggap makar. Kami menegakkan keadilan, membela Islam," demikian ujar Deden.

Tanpa berani melibatkan diri ke dalam polemik yang menjadi latar belakang long march Ciamis-Jakarta yang dilakukan oleh para santri tersebut, saya mengakui bahwa lubuk sanubari terdalam saya merasa sangat tersentuh oleh gelora semangat para santri mencari keadilan yang memang akhir-akhir ini menjadi benda langka di dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Sempat saya tidak menahan tetesan air mata ketika menyimak berita para santri berjalan kaki  dari Ciamis ke Jakarta. Dari Havana, Kuba nun jauh dari persada Nusantara tercinta, saya tidak berdaya melakukan apa pun kecuali menulis naskah sederhana ini demi ikut memanjatkan doa kepada Yang Maha Kasih agar berkenan melimpahkan kurnia rahmat dan berkah kekuatan, keselamatan dan kelancaran bagi para santri yang bersemangat berjalan kaki dari Ciamis ke Jakarta demi bergabung dengan sesama rakyat Indonesia yang akan memanjatkan doa bersama untuk negeri di Monas Jakarta, 2 Desember 2016 mendatang. Amin. [***]

Penulis adalah pendamba persatuan-kesatuan bangsa Indonesia
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00