Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience

Ketua BKSAP Tuntut Peran Strategis IPU Dalam Konflik Rohingya

Politik  RABU, 04 JANUARI 2017 , 18:13:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

Ketua BKSAP Tuntut Peran Strategis IPU Dalam Konflik Rohingya

Nurhayati Ali Assegaf/net

RMOL. Sampai hari ini, kekerasan yang dialami masyarakat etnis Rohingya di Myanmar belum sepenuhnya berhenti.
Karena itu, Inter-Parliamentary Union (IPU) atau Organisasi Parlemen Dunia didesak untuk segera mengambil langkah strategis memfasilitasi perdamaian atas konflik tersebut.

Pernyataan di atas dikeluarkan Ketua Badan Kerja sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf, pada Rabu (4/1).

Nurhayati menilai, IPU yang menaungi 171 parlemen dunia sangat lamban membantu penyelesaian konflik Rohingya. Dia yang juga menjabat President of the IPU Committee to Promote Respect for International Humanitarian Law (Komite IHL) sudah mendesak secara tertulis kepada IPU untuk mengambil langkah strategis.

Politikus Partai Demokrat ini mengingatkan Sekjen IPU bahwa ada pasal 2 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang menyatakan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan menghormati HAM tanpa membedakan ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, pandangan politik, dan status sosial.
 
"Ketika suatu negara tidak mampu melindungi warg negara, maka secara nyata terdapat potensi pelanggaran terhadap hukum humaniter Internasional dan hak asasi manusia," tegasnya.

Didorong oleh desakan Nurhayati tersebut, Sekjen IPU pun akhirnya mengeluarkan sikap atas konflik Rohingya. Sekjen IPU, Martin Chungong, menyurati Parlemen Myanmar bahwa IPU siap bekerja sama memberi solusi atas konflik yang sedang terjadi. Sekjen IPU sendiri siap memfasilitasi dialog para pihak yang berkonflik. Diharapkan dialog ini mampu mengambil kebijakan menuju jalan rekonsiliasi dan perdamaian di Myanmar.
 
IPU merupakan organisasi perlemen internasional yang dibentuk pada tahun 1889 dan beranggotakan parlemen dari 171 negara. Organisasi perlemen global ini dibentuk untuk mengembangkan kontak, koordinasi, dan pertukaran pengalaman antara parlemen dan anggota parlemen.

Selain itu, IPU juga merupakan sarana dialog isu-isu internasional dan tindakan nyata parlemen bagi penuntasan isu-isu tersebut. [ald]


Komentar Pembaca
Ceritakan Persetujuan Jokowi

Ceritakan Persetujuan Jokowi

JUM'AT, 20 JANUARI 2017 , 20:14:00

Habib Rizieq & Jenderal Tyasno

Habib Rizieq & Jenderal Tyasno

JUM'AT, 20 JANUARI 2017 , 22:59:00

Dikawal Petugas

Dikawal Petugas

JUM'AT, 20 JANUARI 2017 , 22:32:00