Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
Ramadhan

Ulama Aceh Harus Netral Di Pilkada

Politik  SENIN, 09 JANUARI 2017 , 10:52:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Ulama Aceh Harus Netral Di Pilkada

Ilustrasi/Net

RMOL. Pilkada Aceh dianggap masih rawan oleh sejumlah kalangan.
Bukan saja karena antar pasangan calon dan timses yang bersaing sangat keras, tapi fakta lain mengungkapkan ulama di daerah berjuluk serambi mekah ini juga terbelah sehingga lapisan bawah masyarakat ikut-ikutan.

Ulama di Pilkada Aceh harusnya bisa netral seperti PNS, TNI dan Polri, karena kalau TNI dan Polri mengamankan dari sisi fisiknya sedangkan ulama mengamankan dari spiritualnya," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, Senin(9/1).

Ujang menilai gesekan tidak akan bisa dihindari jika ulama yang seharunya sebagai penyejuk dalam panasnya suhu politik di pilkada Aceh malah ikut-ikutan mendukung salah satu paslon.

Hendaknya mereka bisa menjadi penengah dan memberikan panduan bukan ajakan untuk memilih calon tertentu dalam pilkada Aceh.

"Saya kuatir ulama yang tidak netral dan justru lebih dekat dengan duniawi akan hilang kepercayaannya dari masyarakat. Apalagi Aceh penduduknya sebagian besar adalah beragama Islam," tegasnya.

Pengamat Universitas Al-Azhar ini juga berharap ulama bisa tetap pada khitahnya memberikan panduan-panduan kepada masyarakat, termasuk bagaimana cara memilih pemimpinnya.

"Lebih baik ulama netral dan tetap pada jalan yang benar saja," katanya lagi.[wid]


Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Tamparan Keras Untuk Jokowi

Tamparan Keras Untuk Jokowi

, 28 MEI 2017 , 21:00:00

Djarot Jangan Seperti Ahok

Djarot Jangan Seperti Ahok

, 28 MEI 2017 , 15:00:00

Penegasan Bhinneka Tunggal Ika

Penegasan Bhinneka Tunggal Ika

, 27 MEI 2017 , 00:42:00

Kecam Gugatan JICT

Kecam Gugatan JICT

, 28 MEI 2017 , 19:40:00

Jenguk Korban Bom

Jenguk Korban Bom

, 27 MEI 2017 , 03:11:00