Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
verified RMOL Dewan Pers

Setya Novanto Diperiksa Soal Pertemuan Yang Diduga Bahas Proyek e-KTP

Politik  SELASA, 10 JANUARI 2017 , 21:17:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

RMOL. Ketua DPR RI Setya Novanto diduga pernah mengikuti sejumlah pertemuan mengenai pembahasan proyek e-KTP. Hal ini jugalah yang membuat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa bekas bendahara umum Partai Golkar itu.
Jurubicara KPK Febri Diansyah menjelaskan bahwa pemeriksaan Novanto lebih kepada sejumlah pertemuan yang dihadiri ketua umum Partai Golkar tersebut saat masih menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Golkar.

Menurut Febri, pertemuan itu terkait dengan alur munculnya proyek e-KTP yang sedang didalami oleh penyidik, mulai awal pembahasan di DPR RI hingga realisasi proyek yang telah membuat kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Dalam informasi yang didapat penyidik, pertemuan tersebut terjadi di sejumlah tempat di Jakarta, salah satunya di kantor Novanto di gedung DPR.

"Kami menemukan sejumlah info ada pertemuan-pertemuan dan hal itu penting untuk diklarifikasi lebih lanjut agar penyidikan semakin kuat dan ditingkatkan ke proses lebih lanjut. Terutama untuk dua tersangka dan kebutuhan pengembangan kasus e-KTP. Ini yang kita konfirmasi kembali kepada saksi Setya Novanto" ujar Febri di Kantornya, jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (10/1).

Lebih lanjut Febri menambahkan, Novanto tidak hanya dikonfirmasi mengenai sejumlah pertemuan mengenai proyek e-KTP. Penyidik juga dipertemukan dengan saksi lain yang dipanggil penyidik KPK.

Meski demikian, Febri enggan memberi penjelasan kepada siapa Novanto dikonfrontir mengenai sejumlah pertemuan sebelum proyek e-KTP bergulir di DPR.

"Pada prinsipnya penyidik mempertemukan saksi Setya Novanto dengan dengan saksi lain yang terkait proyek E-KTP untuk memastikan apakah pertemuan-pertemuan itu dihadiri yang bersangkutan atau tidak," tutup Febri.

Kemunculan nama Novanto diketahui dari kicauan mantan Bendahara Partai Demokrat, M Nazaruddin. Melalui pengacaranya, Nazar sempat menyebut pihak-pihak yang turut menikmati aliran uang hasil korupsi proyek e-KTP.

Nama-nama tersebut terdapat di dalam dokumen yang sempat dibawa Elza Syarif, pengacara Nazar saat pemeriksaan. [ian]


Komentar Pembaca
Hujan Es Melanda Jakarta, Kendaraan Menumpuk di Bahu Jalan
Jalan Tol Bali Mandara Ditutup Hingga Rabu Pagi
Muslimat NU Padati Istiqlal

Muslimat NU Padati Istiqlal

, 28 MARET 2017 , 08:42:00

Ogoh-ogoh Favorit

Ogoh-ogoh Favorit

, 28 MARET 2017 , 00:29:00

Kerja Sama Kemitraan UMKM

Kerja Sama Kemitraan UMKM

, 28 MARET 2017 , 01:35:00