Rita Widyasari

Diperiksa Empat Jam, Anas Urbaningrum Dikonfirmasi Hal Yang Dia Tidak Tahu

Politik  SELASA, 10 JANUARI 2017 , 23:21:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

Diperiksa Empat Jam, Anas Urbaningrum Dikonfirmasi Hal Yang Dia Tidak Tahu

Anas Urbaningrum/Net

RMOL. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan pemeriksaan terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terkait kasus dugaan korupsi proyek KTP berbasis elektronik (e-KTP).
Anas sebelumnya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto. Penyidik memerlukan waktu empat jam untuk meminta keterangan Anas mengenai pembahasan proyek e-KTP di DPR dan sejumlah informasi yang didapat penyidik.

Anas yang mengenakan masker dan topi itu irit bicara mengenai pemeriksaannya. Apalagi mengenai tudingan mantan bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin mengenai keterlibatan dirinya dalam proyek yang telah merugikan negara sebesar Rp2,9 triliun itu.

"Hal-hal yang dikonfirmasi (penyidik KPK) hal-hal yang saya tidak tahu. Saya jelaskan bahwa saya tidak tahu. Kalau itu (tudingan Nazaruddin) kan jelas tidak benar toh, kalau keterangan dia sejauh menyangkut saya jelas sangat tidak Kredibel," kata Anas usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/1).

Sebelum Anas, penyidik juga memeriksa Ketua DPR RI Setya Novanto dan Muhammad Nazaruddin sebagai saksi tersangka Sugiharto terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.

Untuk Novanto penyidik meminta penjelasan mengenai sejumlah pertemuan yang dihadiri Novanto. Pertemuan tersebut diduga membahas proyek e-KTP sebelum bergulir di DPR.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan pertemuan tersebut terkait dengan alur munculnya proyek e-KTP yang sedang didalami oleh penyidik mulai awal pembahasan di DPR RI hingga realisasi proyek yang telah membuat kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Febri menambahkan, dalam informasi yang didapat penyidik pertemuan tersebut terjadi di sejumlah tempat di Jakarta. Selain itu pertemuan juga terjadi di kantor Novanto di DPR, di hotel di Jakarta.

"Kami menemukan sejumlah info ada pertemuan-pertemuan dan hal itu penting untuk diklarifikasi lebih lanjut agar penyidikan semakin kuat dan ditingkatkan ke proses lebih lanjut. Terutama untuk dua tersangka dan kebutuhan pengembangan kasus e-KTP. Ini yang kita konfirmasi kembali kepada saksi Setya Novanto" ujar Febri di Kantornya, jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Untuk pemeriksan Nazarudin, Febri menjelaskan mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 itu batal diperiksa penyidik dengan alasan sakit. Padahal lanjut Febri, pihaknya memerlukan keterangan Nazar untuk diklarifikasi mengenai pertemuan yang diikuti Novanto.

"Nazar juga sering menyampaikan di publik ada sejumlah pihak yang menikmati sejumlah uang atau aliran dana. KPK punya kewajiban untuk mengklarifikasi info tersebut untuk memastikan nama-nama yang disebut menerima aliran dana dan pasitkan juga aliran itu terjadi dan terkonfirmasi dengan bukti yang cukup dan bisa dipertanggungjawabkan dalam aspek hukum. itu yang akan jadi materi pemeriksaan nazar," tutup Febri. [ysa]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00