Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Alsyami: Krisis Suriah Harus Dilihat Dari Perspektif Kemanusiaan

Politik  KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 10:55:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Alsyami: Krisis Suriah Harus Dilihat Dari Perspektif Kemanusiaan

Foto: Alsyami

RMOL. Saat ini tengah digalakkan rekonsiliasi nasional oleh rakyat Suriah bersama ulama di sejumlah daerah.
Demikian disampaikan Syeikh Afyouni selaku keynote speaker pertemuan di PP Tazakka Batang, Jawa Tengah, Senin (9/1) lalu.

Syeikh Afyouni di awal pertemuan juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat Indonesia kepada Suriah.

Tak lupa, ia mengamanahkan kepada semua yang hadir dalam pertemuan dan umat Islam untuk menjaga Indonesia dengan Islam yang rahmatan lilalamin

"Jangan mudah terprovokasi, jangan tercerai berai, dan jangan sampai Indonesia mengalami kehancuran sebagaimana menimpa dunia muslim lain," tegasnya.

Beberapa isu lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut di antaranya seputar glorifikasi jatuhnya kota Aleppo dari tangan pemberontak dan penyimpangan yang dilakukan oleh sebuah lembaga bantuan kemanusiaan yang terindikasi disalurkan kepada para milisi dan kombatan di Suriah.

Dalam konteks ini, Ketua Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami) , Ahmad Fathir Hambali menyatakan bahwa penyelewengan semacam ini bukanlah fenomena baru.

"Karena itu selayaknya para NGO yang sungguh-sungguh melakukan kerja kemanusiaan, sebagai lembaga publik, hendaknya melakukan transparansi atas aliran dana mereka," pintanya.

Sementara itu Sekjen Alsyami, M. Najih Arromadloni mengajak peserta pertemuan untuk mengkampanyekan pentingnya melihat krisis Suriah dari perspektif kemanusiaan.

Ia mengingatkan, dalam menyikapi tragedi kemanusiaan terbesar abad 21 ini, masyarakat tidak sepatutnya jatuh dalam perdebatan politik tak berujung, karena di balik kompleksnya konflik kepentingan dan ideologi di Suriah, terdapat jutaan manusia yang menjadi korban.

Karena itu pula, ia bertekad untuk lebih serius menggalang dukungan dan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Suriah.

Selaku ketua panitia, Anizar Masyhadi, mengaku akan mengawal hasil rumusan yang telah disepakati.

"Di saat banyak foto bendera Suriah yang tidak resmi milik oposisi pemberontak, yang mengganti warna merah menjadi hijau beredar, kita perlihatkan kepada dunia bendera Suriah yang sesungguhnya," tegas sekretaris dubes RI untuk Suriah ini.

Anizar menekankan, Suriah adalah negara yang pertama mengakui kemerdekan Indonesia.

Duta Besar Suriah untuk PBB HE. Faris Al-Khoury, yang ketika itu memimpin sidang DK PBB, mendukung sepenuhnya kemerdekaan Indonesia.

"Peranan itu tidak boleh dilupakan oleh bangsa Indonesia," tandasnya.

Pertemuan yang dihadiri oleh Mufti Agung Ibukota Damaskus, Syaikh Adnan Afyouni, ini menghasilkan sejumlah rumusan program dan rekomendasi yang sebagian di antaranya akan disampaikan kepada pemerintah melalui Komisi I DPR RI, sebagai bentuk desakan kepada pemerintah untuk proaktif dalam penyelesaian krisis Timur Tengah.

Selain Mufti Agung Ibukota Damaskus, dari luar negeri, hadir pula dalam pertemuan ini Syaikh Riyad Bazo dari dewan fatwa Libanon dan Syaikh Omar Dieb yang merupakan akademisi dari Universitas Ahmad Kuftaro Damaskus Suriah.

Sebelumnya mereka juga menghadiri puncak maulid Nabi di Majelis Kanzus Shalawat Pekalongan bersama Habib Lutfi bin Yahya dan Presiden Joko Widodo.[wid]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama
Pesan SBY Untuk AHY

Pesan SBY Untuk AHY

, 24 JUNI 2017 , 10:00:00

Lebaran Markas Kostrad

Lebaran Markas Kostrad

, 26 JUNI 2017 , 13:51:00

Shalat Ied di Afrika

Shalat Ied di Afrika

, 26 JUNI 2017 , 18:32:00

Luruskan Hasil Pertemuan Dengan Jokowi