Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Menhan Mahfum Protes Panglima TNI Kepada Australia

Politik  KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 14:49:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD IQBAL

Menhan Mahfum Protes Panglima TNI Kepada Australia

Gatot Nurmantyo/Puspen TNI

RMOL. Panglima TNI adalah ujung tombak pertahanan negara.
Karena itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Riyacudu mengaku bisa memahami protes keras Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada pemerintah Australia karena dianggap telah melecehkan pancasila.

"Dalam sapta marga itu kan ada (sumpah) membela Pancasila. Begitu Pancasila dilecehkan, tentu dia marah. Di negara manapun kalau negaranya dilecehkan pasti ada reaksi," kata Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat usai rapat pimpinan TNI, Kamis, (12/1).

Ia pun menilai keputusan Gatot menarik pasukan TNI dari latihan gabungan dengan Australia adalah refleksi kecintaannya kepada negara. Karena, prajurit TNI sudah disumpah untuk mendukung dan menjadi pembela ideologi negara serta tak kenal menyerah.

"Kalau dilecehkan, ya marah. Kalau saya nggak ada masalah (dengan sikap Panglima)," kata dia.

Namun, mantan kepala staf Angkatan Darat ini menegaskan, kendati melancarkan protes keras kepada negeri Kanguru, diharapkan hubungan diplomatik Indonesia dan Australia jangan sampai terus memburuk. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Australia, untuk saling menjalin pengertian satu sama lain demi kelanggengan hubungan kedua negara.

"Yang sudah ya sudah. Kita sama-sama beri petunjuk kepada prajurit masing-masing. Kejadian seperti ini jangan terulang lagi," ujarnya.[wid]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama
Pesan SBY Untuk AHY

Pesan SBY Untuk AHY

, 24 JUNI 2017 , 10:00:00

Lebaran Markas Kostrad

Lebaran Markas Kostrad

, 26 JUNI 2017 , 13:51:00

Shalat Ied di Afrika

Shalat Ied di Afrika

, 26 JUNI 2017 , 18:32:00

Luruskan Hasil Pertemuan Dengan Jokowi