Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
verified RMOL Dewan Pers

Habil Marati: Pidato Megawati Lecehkan Pancasila

Politik  KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 16:44:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Habil Marati: Pidato Megawati Lecehkan Pancasila

Megawati/Net

RMOL. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengecam keras pidato politik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada peringatan HUT PDIP ke-44 pada Selasa lalu (10/1).
Politisi senior PPP Habil Marati menyindir pidato Megawati yang menyatakan jika seseorang ingin menjadi orang Islam maka jangan jadi orang Arab. Menurutnya, dengan pernyataan itu, Megawati dinilai tidak paham posisi agama dalam prespektif penciptaan manusia bahwa agama Islam bukan budaya Arab. Megawati juga disebut tidak paham agama.

"Megawati tidak paham Agama dan tidak tahu beragama. Islam turun di tanah Arab dan pada orang Arab tapi Allah mengutus Nabi Muhammad bukan untuk mewakili orang Arab dan tanah Arab dalam kenabiannya. Nabi Muhammad mewakili seluruh umat manusia sepanjang zaman," jelas Habil kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/1).

Dia juga menyangkal keras pernyataan Megawati jika tuntutan umat Islam agar gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipenjara berlandaskan pada ideologi tertutup.

"Jadi kalau orang Islam menuntut Ahok untuk dipenjarakan karena menistakan Al Quran ini bukan budaya Arab dan ini pula bukan ideologi tertutup dan bukan pula dogma," kata Habil.

Mantan anggota DPR RI periode 1999-2010 itu menilai, Megawati hanya membacakan teks pidato yang disusun oleh tim partai.

"Megawati hanya baca teks saja. Dan sekaligus Megawati tidak mengerti Pancasila, di mana sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Bisa dikatakan sekularisasi UUD 45 menjadi UUD 2002 adalah bertentangan dengan Pancasila. Artinya Megawati melecehkan dua sekaligus hal yang paling prinsipil yaitu agama dan Pancasila," jelas Habil.

Sebelumnya, Megawati dalam sambutan pada peringatan HUT PDIP ke-44 mengatakan jika seseorang ingin menjadi Hindu maka tidak perlu jadi orang India. Jika ingin jadi orang Islam maka jangan jadi orang Arab. Jika ingin jadi orang Kristen maka jangan jadi orang Yahudi.

"Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini," ujarnya.

Megawati menyebut pihak-pihak yang dianggapnya anti keberagaman. Menurutnya, mereka disebut sebagai penganut ideologi tertutup yang memicu isu konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (Sara). Mereka juga disebutnya bertentangan dengan Pancasila.

"Mereka memaksakan kehendaknya sendiri, tidak ada dialog, apalagi demokrasi. Apa yang mereka lakukan hanyalah kepatuhan yang lahir dari watak kekuasaan totaliter dan dijalankan dengan cara-cara totaliter pula. Bagi mereka teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan," jelas Megawati.

Menurut presiden Indonesia kelima itu, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup mempromosikan diri sebagai para peramal masa depan. Para penganut ideologi tertutup kerap meramal kehidupan setelah dunia fana.

"Padahal mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya," kata Megawati. [wah]


Komentar Pembaca
Hujan Es Melanda Jakarta, Kendaraan Menumpuk di Bahu Jalan
Jalan Tol Bali Mandara Ditutup Hingga Rabu Pagi
Muslimat NU Padati Istiqlal

Muslimat NU Padati Istiqlal

, 28 MARET 2017 , 08:42:00

Ogoh-ogoh Favorit

Ogoh-ogoh Favorit

, 28 MARET 2017 , 00:29:00

Kerja Sama Kemitraan UMKM

Kerja Sama Kemitraan UMKM

, 28 MARET 2017 , 01:35:00