Hanura

Gus Ipang Dorong Ibu-ibu Muslimat NU Tangkal Hoax

 SENIN, 27 MARET 2017 , 06:13:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Gus Ipang Dorong Ibu-ibu Muslimat NU Tangkal Hoax

Foto/Net

RMOL. Ketua Pokja Industri Kreatif dari Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid atau yang akrab disapa Gus Ipang mendorong Muslimat Nahdlatul Ulama memanfaatkan media sosial untuk berdakwah sehingga mampu menangkal informasi hoax atau palsu mengenai syiar agama yang kini marak bertebaran di medsos dan aplikasi pesan.
"Bermedia sosial ini sudah tidak bisa kita hindari karena memang kini eranya. Melalui media sosial kita bisa gunakan untuk syiar agama, sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan hiburan. Jika dakwah Muslimat dilakukan melalui media sosial, maka dampak positifnya  akan lebih luas lagi," kata Gus Ipang dalam Rapimnas Muslimat NU di Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/3).

Ia mengungkapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat pada 2016 ada 800 ribu situs penyebar hoax di Indonesia. Sebanyak 700 ribu sudah ditutup oleh pemerintah namun informasi hoax dari berbagai situs lainnya terus bermunculan. Di Facebook, di Twitter, bahkan di aplikasi pesan Whatsapp juga bertebaran informasi mengenai syiar agama yang belum tentu benar.

"Mengapa situs atau portal informasi hoax makin menjamur? Karena pemilik portal berlomba-lomba mendatangkan traffic klik. Semakin banyak klik semakin untung mereka. Semakin tinggi traffic semakin tinggi nilai sebuah portal. Mereka tidak peduli substansinya apa, yang penting orang klik di situ. Jadi jangan mau diperalat atau dijebak oleh penyebar hoax. Mereka dapat uangnya, kita dapat dosanya," papar Gus Ipang, putra sulung KH. Salahuddin Wahid ini, menjelaskan.

Pria yang juga berprofesi sebagai Konsultan Branding di Fastcomm ini mengungkapkan Muslimat NU memiliki banyak sekali konten positif seputar kegiatan dan layanan di bidang pendidikan, kesehatan, keterampilan, ekonomi, dan juga syiar agama yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Materi tersebut dapat diolah menjadi bentuk infografis, video, meme, atau konten kreatif lainnya sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui kiprah Muslimat, sekaligus juga memberikan edukasi dna informasi kepada publik untuk menjawab berbagai informasi hoax.

"Jadi bagaimana kita menciptakan dampak positif di media sosial, itu yang terpenting. Dan saya yakin konten informasi Muslimat NU sudah pasti kredibel dan bukan hoax. Tinggal bagaimana mengemasnya sesuai rumus Prabu Kreatif," tuturnya bersemangat.

Putra sulung pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) ini mengungkapkan rumus Prabu Kreatif, adalah singkatan dari Praktis, Menghibur, Kredibel, Inspiratif. Dengan formula tersebut, Gus Ipang yakin konten yang disusun Muslimat NU yang akan menjadi "juara" di media sosial.

"Kuncinya menyentuh emosi, relevan, keinginan untuk membagikan (share)," tambah Gus Ipang. [rus]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00

Jokowi Tanpa Pin Presiden

Jokowi Tanpa Pin Presiden

, 13 JUNI 2018 , 17:39:00