Verified

Harga Karet Terus Menurun, Presiden Diminta Cari Jalan Keluar

Politik  JUM'AT, 07 APRIL 2017 , 08:15:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

RMOL. Anjloknya harga karet, bisa berdampak pada peningkatan angka kemiskinan di Indonesia. Ketua Kelompok Petani Karet Indonesia (KAPKI) Ginanda Siregar menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut bertanggung jawab dalam persoalan itu.
"Kondisi turunnya kembali harga karet sangat berdampak bagi petani karet. Presiden Jokowi harus segera dicari jalan keluar atas jerit tangis rakyat," kata Ginanda di Jakarta, Kamis (6/4) malam.

Ginanda menuturkan, meski harga karet ditentukan pasar global, namun pemerintah harus menunjukkan usaha serius mengatasinya.

Apalagi Indonesia adalah penghasil karet dunia terbesar kedua yang memiliki luas area 3,5 juta hektare dimana 85 persennya merupakan perkebunan karet rakyat.

"Bayangkan, 85 persen petani karet di seluruh Indonesia mendadak miskin akibat anjloknya harga karet," ujar mantan Ketua Umum Himlab Raya Jakarta itu.

Lebih lanjut Ginanda mengatakan, naiknya harga bahan bakar minyak dan kebutuhan pokok juga membuat petani semakin menderita.

Jika pemerintah tidak segera mengatasinya maka tujuan presiden untuk menurunkan tingkat kemiskinan akan gagal dan sebaliknya kemiskinan akan meningkat.

Mahasiswa pascasarjana UMJ ini mengungkapkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan Jokowi untuk mengatasi anjloknya harga karet.

Di antaranya segera bertemu dengan presiden negara pemasok karet dunia yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) yakni Thailand dan Malaysia.

ITRC pernah mengambil langkah serupa pada Januari-Juni 2009 dan Oktober 2011-Maret 2012 untuk mendongkrak harga karet.

"Yang paling cepat bisa dilakukan adalah kebijakan penggunaan karet sebagai pelapis aspal sehingga jalan-jalan yang dibangun pemerintah juga semakin kuat," ujarnya.

Ginanda menegaskan, segera dorong alternatif pendapatan untuk petani karet. Yang paling cepat adalah dibidang pertanian, peternakan, dan perikanan karena dalam waktu empat bulan langsung panen.

Sehingga Nawacita Presiden dibidang ekonomi segera direalisasikan, supaya masyarakat tidak mengeluh persoalan harga karet yang terus anjlok.

Seperti dikatahui Muksin Siregar, toke getah di Desa Batang Nadenggan, Kec, Sungai Kanan, Kab, Labuhan Batu Selatan mengaku sedih dengan harga getah yang turun lagi. Awalnya harga karet sudah mencapai Rp 11.500/kg tapi kini turun menjadi Rp8.500/kg. [ian]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00