Hanura

ICMI: Ajakan Memilih Pemimpin Muslim Bukan Tindakan SARA

 MINGGU, 16 APRIL 2017 , 18:54:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

ICMI: Ajakan Memilih Pemimpin Muslim Bukan Tindakan SARA

Anton Digdoyo/Net

RMOL. Ajakan untuk memilih pemimpin sesuai keyakinan agama bukan merupakan tindakan radikal dan SARA.
Begitu tegas  Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Anton Tabah Digdoyo kepada redaksi, Minggu (16/4).

Anton menyebut bahwa ajakan memilih pemimpin muslim merupakan bagian dari perintah Tuhan yang tertuang dalam kitab suci Al Quran.

"Itu bukan SARA, bukan radikal bahkan itu merupakan pelaksanaan dari Pancasila sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa dan ditegaskan di UUD 1945 pasal 29 (1) 'NKRI Berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa," ujarnya.

Dijelaskan Anton bahwa Al Quran merupakan kitab suci agama samawi terakhir yang ajarannya sangat komplit dan detail.

"Jangankan masalah kepemimpinan, masalah pipis, BAB, bersin, cara makan minum, halal haram, cara nyembelih hewan ternak pun ada dalam Kitab umat Islam tersebut," jelas Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Atas alasan itu, Anton menilai bahwa Polri tidak bisa menindak pemuka agama yang tengah menyampaikan ajaran agama untuk tidak memilih pemimpin di luar agamanya.

"Polri tak punya alasan lakukan upaya paksa pada tokoh-tokoh muslim yang melarang umatnya memilih pemimpin kafir," tegas purnawirawan jenderal polisi bintang satu yang juga ketua Penanggulangan Penodaan Agama tersebut. [ian]

Komentar Pembaca
Pianis Muda Indonesia Peraih Penghargaan Internasional
Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00

Calon Presiden 2019

Calon Presiden 2019

, 17 APRIL 2018 , 09:04:00