Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Menristek Siap Telusuri Dugaan Pelanggaran Proses Pemilihan Rektor UGM

Politik  MINGGU, 16 APRIL 2017 , 20:44:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

RMOL. Menristek Dikti Mohamad Nasir akan segera melakulan pengecekan dan inveatigasi untuk menyikapi  dugaan pelanggaran, kecurangan, dan persekongkolan, dalam proses pemilihan rektor Universitas Gajah Mada (UGM).
M. Nasir menjelaskan, jika ditemukan pelanggaran, pihaknya akan mengambil tindakan. "Saya akan cek dulu. Yang penting ikuti prosedurnya. Jika ada pelanggaran, kami tidak akan terima. Akan kami tindak,” tegas Nasir saat dikontak (Sabtu, 15/6).

Begitupun, terkait sanksi atau tindakan yang akan diberikan, Nasir belum bersedia mengungkapkan. Karena yang harus dilakukan saat ini, adalah melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Menurut Nasir, dirinya akan segera mengecek laporan yang sudah masuk. Dari sana akan terlihat, apakah proses tersebut sudah mengikuti prosedur atau tidak. Selain itu, Menristek Dikti juga segera berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Oke, malam ini akan segera saya komunikasikan,” lanjut Nasir.

Di sisi lain Nasir menekankan, meski proses seleksi dilakukan pihak internal, namun harus mendapat pengawasan dari dari pihak independen. Antara lain KASN, KPK, dan Ombudsman. “Harus diawasi, karena yang penting memang transparansinya,” imbuh dia.

Proses pemilihan Rektor UGM kali ini, memang memicu banyak kontroversi. Hal itu disebabkan munculnya dugaan pelanggaran dalam proses pencalonan rektor hingga memasuki tajap terakhir pada Senin besok. Pada proses yang meloloskan tiga nama, yakni Panut Mulyono, Ali Agus, dan Erwan Agus Purwanto, diduga sarat persekongkolan dan bahkan diduga kuat terjadi kecurangan dalam proses penghitungan nilai.

Sebelumnya, Ketua KASN Sofian Effendi menegaskan, jika terbukti ada persekongkolan dan kecurangan, maka proses seleksi yang menghasilkan tiga kandidat, maka proses pemilihan bisa diulang dari awal. “Ya (bisa diulang), kalau ada bukti yang betul,” kata Sofian sebelumnya.

Proses pembatalan atau pengulangan seleksi bakal calon, menurut Sofian, sepenuhnya adalah kewenangan Menristek Dikti. Jika Menristek Dikti meminta pendapat KASN, terkait dugaan proses yang tidak fair, tersebut, KASN bisa memberi masukan dan rekomendasi.

Selain itu, KASN juga bisa langsung memberi rekomendasi jika menerima pengaduan tersebut. Karena tanpa pengaduan, KASN tidak bisa tiba-tiba memberikan rekomendasi kepada Menrsitek Dikti.

Sofian membenarkan, carut-marut proses pemilihan Rektor UGM kali ini bisa menjadi bom waktu. Harusnya proses berjalan adil, karena masyarakat luar turut mengawasi dan memperhatikan proses tersebut.

“Ini kan universitas, yang menjadi pusat perhatian masyarakat. Harusnya mengedepankan keilmuan saja tanpa ada unsur politik,” kata dia. [ian]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama
Pesan SBY Untuk AHY

Pesan SBY Untuk AHY

, 24 JUNI 2017 , 10:00:00

Lebaran Markas Kostrad

Lebaran Markas Kostrad

, 26 JUNI 2017 , 13:51:00

Shalat Ied di Afrika

Shalat Ied di Afrika

, 26 JUNI 2017 , 18:32:00

Luruskan Hasil Pertemuan Dengan Jokowi