Hanura

Kementerian LHK: Parlemen Eropa Takut Dengan Produksi Sawit Asia

 RABU, 19 APRIL 2017 , 01:37:00 WIB | LAPORAN: LILIS VARWATI

RMOL. Pemerintah menilai Resolusi Parlemen Eropa bersifat subyektif dan diskriminatif dalam menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab deforistasi dunia.
Berdasarkan hasil rapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (18/4), beberapa Kementerian yang terkait bersepakat bahwa kelapa sawit hanya berkontribusi kurang lebih 2,5 persen dari penyebab deforistasi.

"Berdasarkan data, penyebab utama deforestasi sekitar 50 juta hektare dari sektor peternakan. Lahan kedelai 13 juta hektare. Berikutnya, jagung 8 juta hektare. Sedangkan kelapa sawit sekitar 6 juta hektare atau 2.5 persen," Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) San Afri Awang di Komplek Parlemen Gedung DPR, Jakarta.

Afri menilai Parlemen Eropa terkesan melindungi produknya sendiri dalam menentukan penyebab deforistasi tersebut. Eropa nampak takut dengan produksi kelapa sawit yang dimiliki negara-negara Asia.

"Jelas ini kompetisi. Siapa yang tidak ngeri dengan kelapa sawit karena dia turunan produksinya banyak sekali. Bahkan saya dengar hidrogen cair pun bisa dari kelapa sawit," tambahnya.

Afri juga mendorong agar pemerintah bisa memperkuat basis data dan argumen bantahan lengkap dan komprehensif terkait tudingan Parlemen Eropa.

"Biasanya pasti ada informasi-informasi yang perlu kita telusuri oleh karena itu kita sebagai bangsa yang besar harus memperkuat data sebagai justifikasi," pungkasnya. [ian]

Komentar Pembaca
Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Wujudkan Pemikiran Bung Karno dan Kim Il Sung
Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00