Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Duh, Menkominfo Nggak Bisa Basmi Hoax Di Medsos

Politik  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 09:06:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Duh, Menkominfo Nggak Bisa Basmi Hoax Di Medsos

Rudiantara/Net

RMOL. Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mengaku kesulitan membatasi provokasi yang beredar oleh akun bodong di media sosial. Menurut Rudi, perlu ada pendekatan massif kepada netizen untuk mengen­dalikannya.
"Bukan hal yang mudah memberantasnya. Harus mela­lui pendekatan kepada netizen untuk bijak di dunia maya," kata Rudiantara.

Apalagi, kata Rudiantara, detik-detik menjelang pelak­sanaan Pilkada DKI, banyak akun bodong yang berseliwer­an bernuansa provokasi.

Menurutnya, tidak hanya memblokir akun abal-abal, tapi juga perlu ada pola pendekatan kepada pengguna internet un­tuk tidak meng-upload berita yang provokatif dan hoax.

"Ya itulah medsos. Pendekatannya tidak hanya di hulu, tapi juga di hilir. Maka, kami sampaikan semacam informasi-informasi yang bersifat netral. Nah, netizen pilihlah sesuai hati nurani dan jangan dibawa ke urusan yang tidak kondusif seperti SARA. Sebagai negara hukum, kita harus tunduk pada aturan yang ada," tandasnya.

Rudi juga mengakui, di putaran kedua Pilkada DKI ini,masih ada sejumlah akun bodong yang mengatasnama­kan kedua pasang calon yang memanaskan jagad medsos. Namun begitu, nuansa kampa­nye hitam di medsos lebih ren­dah dibandingkan saat putaran pertama Pilgub DKI.

"Kalau akun enggak resmi memang biasanya masih ada, tapi saya lihat volumenya menurun dibanding putaran pertama. Hanya substansinya aja lebih tajam," ucapnya.

Tapi, Rudiantara memastikan, bila nanti ada substansi postingan-postingan yang terindikasi melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Kemenkominfo bakal menin­daknya dengan tegas.

"Selama itu melanggar undang-undang ITE, kami mem­blokir dan memprosesnya se­cara hukum. Kami juga koordi­nasi dengan pihak kepolisian," paparnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar juga mengimbau para pengguna media sosial bersikap bijaksana dengan tidak menyebarkan informasi yang bernada provokasi melalui dunia maya. Jangan sampai, tin­dakannya di dunia maya membuat rusuh di dunia nyata.

"Kepada seluruh pihak yang berupaya provokasi menye­barluaskan informasi di dunia maya, yang mengesankan kondisi seolah-olah keadaan tertentu, ingin menimbulkan kemarahan dari kelompok masyarakat lainnya, (agar) ini tidak dilakukan. Kami mohon ke masyarakat jangan melaku­kan hal yang membangkitkan rasa kemarahan, dan respon negatif masyarakat," kata Boy Rafli di Mabes Polri, kemarin.

Boy memastikan, Kepolisian terus mengawasi konten-konten yang beredar melalui media sosial. Bahkan, kepolisian juga akan melakukan investigasi terhadap konten-konten di media sosial yang dapat menimbulkan konflik di dalam masyarakat.

Selain itu, Boy juga mem­inta, agar masyarakat bersikap cerdas terhadap berbagai infor­masi yang beredar luas melalui media sosial. Tak hanya itu, Boy Rafli juga memberikan pandangannya terhadap berba­gai survei pasangan calon yang dilakukan menjelang pilkada DKI Jakarta putaran kedua ini. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama
Pesan SBY Untuk AHY

Pesan SBY Untuk AHY

, 24 JUNI 2017 , 10:00:00

Lebaran Markas Kostrad

Lebaran Markas Kostrad

, 26 JUNI 2017 , 13:51:00

Shalat Ied di Afrika

Shalat Ied di Afrika

, 26 JUNI 2017 , 18:32:00

Luruskan Hasil Pertemuan Dengan Jokowi