DPR: Brigadir K Jelas Menyalahi Prosedur

Politik  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 12:15:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

DPR: Brigadir K Jelas Menyalahi Prosedur

Agus Hermanto/Net

RMOL. DPR mengutuk keras aksi brutal Brigadir K yang menembaki mobil berisi satu keluarga di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4) lalu.
"Dengan menembak yang ada di dalamnya itu yang ada di dalamnya merupakan kesalahan prosedur," kata Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto di gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Jumat (21/4).

Kasus tersebut memang sudah ditangani pihak Propam Polda Sumatera Selatan, namun Agus mengingatkan bahwa DPR maupun media nasional tetap mengawasi penembakan mobil Honda City hitam bernomor polisi BG 1488 ON itu.

"Diproses seadil-adilnya yang terukur dan dan betul-betul bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Masalah ini tidak menutup kemungkinan jadi pembahasan di DPR dengan memanggil pihak instansi kepolisian.

"Contohnya sekarang biar proses ini berlangsung dulu kemudian setelah ini kita juga nanti ada kesempatan bisa memanggil ataupun pada saat rapat kerja bisa juga ditanyakan kepada kepolisian," jelasnya.

"Tentu kalau sanksi dan sebagainya kita sebaiknya kita serahkan kepada ahlinya. Ini sudah merupakan permasalahan dari penegakan hukum dan kita mendorong supaya aparat penegak hukum bisa memeriksa dan menyelidiki dan memutuskan dengan tadi yaitu peradilan transparan dan akuntabel," lanjut politisi Partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan, anggota Samapta Polres Lubuklinggau, Brigadir K, menembaki sedan Honda City yang ditumpangi satu keluarga saat menggelar razia di Jalan Lintas Timur, Lubuk Linggau, Selasa (18/4). Insiden itu menewaskan Surini (54) dan melukai empat penumpang lainnya.[wid]

Komentar Pembaca
Romo Franz Magnis Suseno - Ibu Theresa (Part 4)
Romo Franz Magnis Suseno - Sri Paus Fransiskus (Part 3)
Nekat Terobos Busway

Nekat Terobos Busway

, 10 DESEMBER 2017 , 00:42:00

Membaca <i>Moeslim Choice</i>

Membaca Moeslim Choice

, 10 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Aktivis Komtak Dukung Palestina

Aktivis Komtak Dukung Palestina

, 10 DESEMBER 2017 , 11:15:00