Gerindra-PKB Lirik Kursi Pimpinan Senayan, Pembahasan RUU MD3 Molor?

Politik  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 13:27:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Gerindra-PKB Lirik Kursi Pimpinan Senayan, Pembahasan RUU MD3 Molor?

Gedung DPR/Net

RMOL. Pembahasan Revisi UU Nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) diperkirakan akan terus alot karena fraksi-fraksi di DPR belum satu suara.
Target awal RUU ini akan rampung pada bulan Mei tahun ini dipekirakan akan molor.

Tidak seperti kesepakatan awal dimana revisi UU MD3 hanya untuk penambahan satu kursi pimpinan MPR/DPR RI untuk fraksi partai pemenang Pemilu 2014, dalam hal ini Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra malah meminta adanya penambahan kursi bagi pimpinan MPR RI.

Tidak hanya Gerindra, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga dikabarkan berambisi duduk di kursi pimpinan MPR dan DPR.

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto menjelaskan bahwa penambahan kursi pimpinan MPR dan DPR lebih dari satu kursi masih sebatas wacana.

"Penambahan (pimpinan DPR dan MPR) yang lebih dari satu dan sebagainya ini masih dalam taraf wacana," jelasnya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/4).

Sepengetahuan Agus, Pansus UU MD3 masih berpegang teguh pada kesepakatan awal yang hanya akan menambah satu kursi pimpinan DPR dan MPR bagi PDI Perjuangan.

Namun tidak tertutup kemungkinan jika ada kesepakatan, bisa saja penambahan kursi pimpinan tidak hanya untuk fraksi partai berlambang moncong putih itu. Hal itu tergantung lobi-lobi fraksi.

"Kalau lebih dari satu itu berarti masih dalam tingkat wacana dan tingkat pembicaraan sehingga kita tidak bisa justifikasi. Apakah ini nanti keputusan atau belum cara semua keputusan ada di dalam rapat Paripurna," tukas Agus, politisi Partai Demokrat ini. [rus]

Komentar Pembaca
Romo Franz Magnis Suseno - Ibu Theresa (Part 4)
Romo Franz Magnis Suseno - Sri Paus Fransiskus (Part 3)
Nekat Terobos Busway

Nekat Terobos Busway

, 10 DESEMBER 2017 , 00:42:00

Membaca <i>Moeslim Choice</i>

Membaca Moeslim Choice

, 10 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Aktivis Komtak Dukung Palestina

Aktivis Komtak Dukung Palestina

, 10 DESEMBER 2017 , 11:15:00