Rita Widyasari

Didi Demokrat: Seret Brigadir K Ke Meja Hijau!

Politik  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 15:21:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Didi Demokrat: Seret Brigadir K Ke Meja Hijau<i>!</i>

Didi Irawadi Syamsuddin/Net

RMOL. Partai Demokrat ikut mengutuk tindakan oknum anggota Samapta Polres Lubuklinggau, Brigadir K yang menembak mobil Honda City hitam bernomor polisi BG 1488 ON yang ditumpangi satu keluarga saat menggelar razia di Jalan Lintas Timur, Lubuk Linggau, Selasa (18/4) lalu.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin menilai aksi Brigadir K itu sangat brutal. Sebab, para korban bukanlah penjahat ataupun residivis.

"Rentetan tembakan yang brutal dan membabi-buta yang dilakukan oleh oknum polisi di Lubuk Linggau Sumsel, dengan menembak mati penumpang mobil dengan berondongan peluru tajam terhadap mobil berisi satu keluarga yang menghindar razia bagaimanapun tidak bisa dibenarkan!" tegasnya melalui pers rilis yang disebarluaskan, Jumat (21/4).

Seharusnya, kata Didi, bukan berondongan tembakan mematikan yang dilakukan pengayom dan pelindung masyarakat itu, melainkan menangkap atau paling tidak berusaha memblokir perjalanan mobil tersebut.

"Hanya oknum polisi yang lupa dan mengabaikan sumpahnya sebagai anggota kepolisian sebagaimana diatur dalam UU nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian RI yang bisa semena-mena mencabut nyawa orang, brutal dan biadab macam begitu," kecamnya.

Mantan anggota Komisi III DPR itu pun mempertanyakan  proses perekrutan Brigadir K.

"Pihak kepolisian harus mereview sistem rekrutmen. Kami rakyat Indonesia mempertanyakan atas kejadian ini mengapa polisi brutal seperti itu bisa lolos rekrutmen. Bagaimanapun korban nyawa rakyat sipil sudah terjadi, nyawa tidak bisa dikembalikan," ujarnya.

Menurut dia, oknum pelaku penembakan brutal itu harus ditindak tegas dan diseret ke meja hukum agar tidak terjadi kejadian serupa di masa mendatang.

"Kami mendorong penyelidikan internal di kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan oknum polisi tersebut diproses secara hukum," pungkasnya.[wid]


Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Zulhas: Jangan Semua Urusan Presiden!

Zulhas: Jangan Semua Urusan Presiden!

, 20 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

, 20 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Optimalisasi Penerimaan Dana Bagi Hasil

Optimalisasi Penerimaan Dana Bagi Hasil

, 19 SEPTEMBER 2017 , 02:25:00

Pengungsi Kebakaran

Pengungsi Kebakaran

, 19 SEPTEMBER 2017 , 03:31:00

Pansus Akan Laporkan Hasil Kerja Ke Jokowi

Pansus Akan Laporkan Hasil Kerja Ke Jokowi

, 19 SEPTEMBER 2017 , 05:02:00

Jubir Demokrat: Apa Sebenarnya Mau Panglima?

Jubir Demokrat: Apa Sebenarnya Mau Panglima?

Politik19 September 2017 09:24

<i>Pemerintah Pasang Perseneling Satu, Iwan Fals Pun Terkekeh</i>
Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Ini Temuan Dokter KPK di Tempat Novanto Dirawat
Film G30S/PKI Tidak Akurat, Gatot: Emang Gue Pikirin?
Surat Terbuka Penuh Kasih Jilid Dua Untuk Pak Menhub Budi Karya Sumadi
Kampung Dao Belakang Alexis

Kampung Dao Belakang Alexis

Nusantara21 September 2017 00:20

Pansus: KPK Tidak Bersih, Termasuk Pimpinannya
Gaduh Politik, KNPI Beri Catatan Untuk Para Elite
Pansus Tetap Tunggu Pimpinan KPK

Pansus Tetap Tunggu Pimpinan KPK

Politik20 September 2017 22:41