Hanura

PP PMKRI Kecam Penangkapan Brutal Kader Oleh Polisi

 SELASA, 02 MEI 2017 , 00:03:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) mengecam keras penangkapan brutal yang dilakukan Polrestabes Makassar terhadap masa aksi PMKRI, siang tadi (Senin, 1/5).
"PMKRI mengencam keras tindakan brutal yang dilakukan aparat kepolisisan Polrestabes Makassar terhadap aktivis PMKRI dalam aksi memperingati hari buruh siang tadi," ujar Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI Lodovikus Roe dalam keterangannya di Margasiswa PMKRI, Jalan Samratulangi No. 1, Menteng Jakarta Pusat.

Roe menegaskan, tindakan semena-mena yang dilakukan aparat kepolisian Polrestabes Makassar merupakan prilaku premanisme aparat yang tidak beradab.

"Aparat kepolisian saat ini cendrung menggunakan gaya preman dan brutal dalam menangani setiap persoalan, ini menunjukkan tidak beradabnya aparat kepolisian kita," tegas mahasiswa pascasarjana Universitas Pancasila itu.

PMKRI mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolrestabes Makasar dan Kapolda Sulsesel karena dinilai gagal memahami tupoksi sebagai penganyom masyarakat.

"Kami mendesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolrestabes Makassar dan Kapolda Sulsel yang tidak becus memahami tugas pokok mereka sebagai penganyom masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, PMKRI, kata Roe, mendesak Kapolri untuk mengeluarkan anggota PMKRI yang saat ini ditahan di Polrestabes Makassar.

"Kami minta aparat Polrestabes Makassar untuk segera mengeluarkan aktivis PMKRI yang ditahan," tegasnya. [sam]

Komentar Pembaca
Nursyahbani Katjasungkana - Derita Rakyat Tergusur (Bag.4)
Nursyahbani Katjasungkana - LGBT (Bag.3)
RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00

JK Jadi Saksi

JK Jadi Saksi

, 12 JULI 2018 , 00:26:00