Disebut Saldi Isra Tidak Serius Gugat Pasal Makar, Ini Bantahan Habiburokhman

Politik  SELASA, 30 MEI 2017 , 18:40:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

Disebut Saldi Isra Tidak Serius Gugat Pasal Makar, Ini Bantahan Habiburokhman

MK/net

RMOL. Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman angkat bicara terkait keputusan Mahkamah Konstiusi yang membatalkan permohonan uji materi Pasal 87 dan Pasal 110 Ayat 1 KUHP tentang perbuatan atau niat permufakatan jahat, mengacu pada makar yang diajukan pihaknya.
Menurut Habiburokhman ketidakhadiran ACTA memang untuk mencabut permohonan uji materi tersebut. Meski demikian pihaknya bakal mengajukan kembali uji materi tersebut dalam satu minggu kedepan. Hal ini, sambung Habiburokhman sebagai wujud keseriusan pihaknya dalam mengajukan uji materi kedua pasal tersebut.

Selain itu, alasan lain pihaknya mangabaikan panggilan sidang dikarenakan adanya jumlah pemohon yang ingin ikut bergabung dalam mengajukan uji materi dua pasal tersebut. Sebab, sambung Habiburokhman, jika ingin menambah jumlah pemohon, permohonan sebelumnya harus dicabut terlebih dahulu.

"Permohonan Judicial Review tersebut memang hendak saya cabut untuk didaftar ulang karena banyak sekali pihak yang mau bergabung sebagai Pemohon prinsipal. Karena di MK tidak ada mekanisme penambahan Pemohon prinsipal, maka harus lebih dahulu dicabut," ujarnya saat dihubungi, Selasa (30/5).

MK membatalkan permohonan uji materi Pasal 87 dan Pasal 110 Ayat 1 KUHP tentang perbuatan atau niat permufakatan jahat, mengacu pada makar yang diajukan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).

Pembatalan tersebut lantaran hakim menilai ACTA tidak menunjukkan kesungguhan dalam melayangkan permohonan gugatan karena tidak pernah hadir dengan alasan yang sah. Padahal MK telah memanggil ACTA secara sah melalui surat panitera perihal pemanggilan sidang.

Hakim Konstitusi Saldi Isra menjelaskan alasan pihaknya membatalkan permohonan yang diajukan ACTA dikarenakan permohon tidak hadir tanpa keterangan yang jelas meski MK telah melayangkan surat panggilan sidang. Bahkan, sambung Saldi, panitera telah menghubungi pihak pemohon namun tidak pernah diangkat.

Disamping itu, lanjut Saldi, Pasal 32 ayat 1 dan 2 UU MK, disebutkan, sebelum memulai pokok perkara, hakim konstitusi mesti memeriksa kelengkapan berkas perkara karena hal tersebut menjadi penting bagi pemohon untuk hadir dalam persidangan.

"Aturan ini semestinya ditaati. Ini menunjukkan bahwa pemohon tidak sungguh-sungguh dalam mengajukan permohonn," ujar Saldi dikantornya jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (30/5).[san]

Komentar Pembaca
Romo Franz Magnis Suseno - Ibu Theresa (Part 4)
Romo Franz Magnis Suseno - Sri Paus Fransiskus (Part 3)
Prabowo Diapit Anies Dan Sudirman

Prabowo Diapit Anies Dan Sudirman

, 13 DESEMBER 2017 , 17:25:00

Mengantar Sang Bintang Rock

Mengantar Sang Bintang Rock

, 11 DESEMBER 2017 , 07:46:00

Mukernas Kosgoro

Mukernas Kosgoro

, 12 DESEMBER 2017 , 18:29:00

Penanganan Banjir Era Anies Lebih Keren Dari Era Ahok
Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

Politik11 Desember 2017 04:03

Emil Disarankan Mundur Daripada Dipecat

Emil Disarankan Mundur Daripada Dipecat

Politik12 Desember 2017 11:03

Nurdin Halid Harus Bertanggung Jawab Pemalsuan AD/ART Partai
Mbak Sri Sudahlah Stop Utang<i>!</i>

Mbak Sri Sudahlah Stop Utang!

Suara Publik13 Desember 2017 12:56

Ketua Fraksi PDIP Dipanggil KPK

Ketua Fraksi PDIP Dipanggil KPK

Hukum14 Desember 2017 10:35

Telusuri Asal Duit Suap, KPK Cekal Dua Pengusaha Jambi
AM Fatwa Adalah Pejuang Sejati

AM Fatwa Adalah Pejuang Sejati

Nusantara14 Desember 2017 10:30

Diresmikan, Uji Coba OK-Trip Selama Tiga Bulan Ke Depan
Comeback Leonard Nggak Ngefek

Comeback Leonard Nggak Ngefek

Olahraga14 Desember 2017 10:26