Verified

Komunitas Bulutangkis Indonesia Dukung Pemerintah Perkuat Persatuan

Politik  KAMIS, 01 JUNI 2017 , 21:16:00 WIB | LAPORAN: LILIS VARWATI

Komunitas Bulutangkis Indonesia Dukung Pemerintah Perkuat Persatuan

RMOL

RMOL. Komunitas Bulutangkis Indonesia menyatakan sikap dukungan penuh terhadap upaya pemerintahan Presiden Joko Widodo memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Sikap disampaikan dalam bentuk deklarasi yang dibacakan secara bersama oleh puluhan mantan atlet Indonesia dalam memperingati Hari Lahir Pancasila di Hotel Santika, Jakarta (Kamis, 1/6).

Salah satu mantan atlet yang hadir yaitu Tan Joe Hok, atlet bulutangkis Indonesia pertama yang meraih gelar All England pada 1959.

"Saya ingin kita semua bersatu mencintai tanah air Indonesia dengan semangat pancasila. Kita tidak boleh jadi silent minority. Kita harus bersuara menegakan apa yang disebut Pancasila," ujar Tan.

Hadir pula mantan atlet Hariyanto Arbi yang menjadi promotor dalam deklarasi. Juara dunia tahun 1995 itu sengaja mengumpulkan mantan atlet bulutangkis dan memanfaatkan momentum peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai wujud kepedulian atas kondisi Indonesia saat ini.

"Kami merasa terpanggil untuk ikut menjaga republik Indonesia. Kami ingin mengingatkan dan mengetuk hati masyarakat, betapa penting Bhineka dan Pancasila yang sejak dulu kami junjung. Saya Indonesia. Saya Pancasila," jelasnya.

Mewakili Komunitas Bulutangkis Indonesia, Hariyanto mengatakan bahwa kondisi kebatinan bangsa dan negara saat ini terasa memprihatinkan dan mencemaskan. Adanya upaya sejumlah pihak yang bertujuan memecah belah Indonesia menggunakan isu-isu agama, suku, ras, dan antar golongan.

"Kami terus menjaga dan membawa spirit Pancasila dan bhinneka tunggal ika. Di atas lapangan kami terbiasa bekerja sama, gotong royong, bersatu padu mengharumkan Indonesia. Tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan," paparnya.

Senada diutarakan Ivana Lie. Mantan atlet bulutangkis tunggal putri era 1980-an itu menilai, pertikaian antar suku, agama, atau ras hanya akan menghambat kemajuan Indonesia.

"Itu sangat tidak produktif membuat negara ini mundur. Berkali-kali kita sudah mengalami itu (isu sara)," tukasnya.

Deklarasi sendiri dihadiri lebih dari 30 mantan atlet bulutangkis Indonesia lintas generasi. Seperti peraih medali emas Olimpiade Sidney 2000 Candra Wijaya, juga Rudy Heryanto, dan Karel Mainaky. [wah] 

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Oentoek Padoeka Jang Moelja

Oentoek Padoeka Jang Moelja

, 22 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

, 21 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00