Fahri Hamzah: Bahaya Kalau Pemerintah Diam-Diam Terus Bebani Rakyat

Politik  RABU, 14 JUNI 2017 , 20:15:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

Fahri Hamzah: Bahaya Kalau Pemerintah Diam-Diam Terus Bebani Rakyat

Fahri Hamzah/net

RMOL. Pemerintah seharusnya mencari opsi lain dalam mencari pemasukan anggaran negara ketimbang menyengsarakan rakyat dengan menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebagai buntut pencabutan subsidi.
Begitu dikatakan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah kepada wartawan disela-sela acara buka bersama dengan media internal DPR dan wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6).

"Saya terus terang soal pencabutan subsidi agak sensitif, apalagi dilakukan sangat masif. Seharusnya pemerintah harus menghitung secara benar apakah pemerintah harus mencabut subsidi atau mencari solusi lain yang tidak membebani rakyat," ujar Fahri.

Idealnya menurut dia, pencabutan subsidi ditunda dulu dan memperbaiki terlebih dulu  pengelolaan anggaran termasuk penyerapannya.

"Seharusnya  itu dulu yang dilakukan dan  diprioritaskan. Kasihan rakyat. Seharusnya mereka diberi kabar baik dan bukan kabar buruk terus," tegasnya.

Menanggapi pernyataan pemerintah Jokowi-JK yang mengatakan jika menaikkan TDL  untuk membangun infrastruktur, Fahri menegaskan justru hal itu diluar janji kampanye.

"Pembangunan ya pembangunan tapi jangan bebani rakyat dong.Kalau  saja saat  kampanye bilang kita bangun infrastruktur dengan mecabut subsidi, pasti  tidak akan kepilih. Janganlah bebani rakyat. Kan masih ada opsi lain," imbuhnya.

Dia pun mengaku tidak memahami bagaimana cara pemerintah melakukan koreksi terhadap belanja negara, terutama belanja infrastruktur. Menteri Keuangan kata Fahri harusnya tidak perlu mengumbar kekagetan kalau anggaran negara defisit.

"Menteri keuangan bukan menteri kemarin sore. Sri Mulyani sudah lama menjabat menteri. Lagi pula defisit anggaran kan sebenarnya sudah bisa dideteksi sejak awal. Kalau ada kekeliruan dalam belanja infrastruktur seharusnya diomongin, bukan malam diam dan diam-diam rakyat dibebaniya," pungkasnya.

Fahri Hamzah lebih lanjut menegaskan, dari pada terus menerus rakyat dibebani, lebih baik infrastruktur diprivatisasi.

"Kasihan rakyat kan. Sudah jual saja dan  privatisasi infrastruktur seperti jalan tol dan  monorail mangkrak  kan sederhana jual aja. Atau dikasih ke swasta. Membuat rakyat susah itu berbahaya," demikian Fahri.[san]

Komentar Pembaca
AM Fatwa Sang Pejuang Sejati

AM Fatwa Sang Pejuang Sejati

, 14 DESEMBER 2017 , 13:00:00

Romo Franz Magnis Suseno - Ibu Theresa (Part 4)
Prabowo Diapit Anies Dan Sudirman

Prabowo Diapit Anies Dan Sudirman

, 13 DESEMBER 2017 , 17:25:00

Mengantar Sang Bintang Rock

Mengantar Sang Bintang Rock

, 11 DESEMBER 2017 , 07:46:00

Mukernas Kosgoro

Mukernas Kosgoro

, 12 DESEMBER 2017 , 18:29:00

Penanganan Banjir Era Anies Lebih Keren Dari Era Ahok
Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

Politik11 Desember 2017 04:03

Indonesia “Terjebak” Dalam Lilitan “Benang Kusut” OKI
Mbak Sri Sudahlah Stop Utang<i>!</i>

Mbak Sri Sudahlah Stop Utang!

Suara Publik13 Desember 2017 12:56

Emil Disarankan Mundur Daripada Dipecat

Emil Disarankan Mundur Daripada Dipecat

Politik12 Desember 2017 11:03