Hanura

Novanto: Full Day School Mematikan Madrasah Diniyah

 SENIN, 19 JUNI 2017 , 22:23:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

RMOL. Langkah Presiden Joko Widodo membatalkan kebijakan full day school yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy diapresiasi kalangan dewan.

Ketua DPR RI, Setya Novanto menegaskan bahwa adanya kebijakan full day school sangat meresahkan masyarakat.

"Jika full day school terus dipaksakan akan mematikan Madrasah Diniyah atau sekolah sejenis yang masuk siang sampai sore hari, yang jumlahnya puluhan ribu," kata dia di sela-sela Safari Ramadhan DPP Golkar ke Kabupaten Tegal, Brebes, dan Cirebon, Senin (19/6).

Novanto menegaskan, Madrasah Diniyah telah berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun di Indonesia. Mereka telah memberikan konstribusi dalam pembentukan karakter bangsa, mengutamakan akhlak mulia dan cinta tanah air.

"Kita perlu menghargai kekhususan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat, khususnya di kalangan masyarakat nahdiyin," tegasnya.

Novanto mengimbau, ke depan setiap kebijakan yang akan diambil pemerintah perlu dilakukan kajian yang komprehensif dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama serta kaum profesional.

"Sehingga kebijakan tersebut punya landasan sosiologis yang kuat dan tidak mudah untuk digugat oleh masyarakat," demikian Ketua DPP Golkar ini. [sam]

Komentar Pembaca
Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Wujudkan Pemikiran Bung Karno dan Kim Il Sung
Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00