Rita Widyasari

SMI Macam Menteri VOC

Politik  RABU, 12 JULI 2017 , 05:20:00 WIB

SMI Macam Menteri VOC

Net

ALASAN Sri Mulyani Indrawati (SMI) selaku menteri keuangan Presiden Jokowi dalam membenarkan mengutip PPN para petani tebu adalah untuk kebaikan petani tebu omong kosong. Di sisi lain, mereka sadar PPN akan membuat pendapatan petani turun. Dengan dikenai PPN, ke depan petani harus meningkatkan produktivitas, artinya petani dipaksa agar lebih efisien. Makin tersesat aja cara pikir SMI.
Kalau niatnya baik dan mau membuat petani meningkatkan efisiensi dan produktivitas, mestinya diberi berbagai insentif dan bantuan, misalnya, memberi kredit produksi dengan bunga nol persen, membantu penyediaan bibit kualitas unggul, memberi kesempatan petani membeli pupuk dengan harga subsidi bukan malah dipajakin, sungguh  tidak masuk akal, di tengah kian merosotnya kesejahteraan petani dan juga tidak terkecuali petani tebu.

PPN untuk tebu kian menyengsarakan rakyat dan petani, kenapa tidak sekalian pajaki tumbuhan yang ditanam masyarakat di pekarangan rumahnya, seperti jaman kolonial ketika Nusantara dikuasai VOC. Keputusan tersebut adalah cerminan begitu paniknya pemerintah dalam upaya menambal bobolnya APBN yang kian melebar. Ironisnya, ini bukanlah kali pertama SMI ngawur, karena pernah berencana mengejar simpanan masyarakat dengan saldo Rp 200 juta, namun urung dijalankan setelah dapat reaksi dan protes keras dari banyak pihak dan angkanya dirubah dinaikkan jadi Rp 1 miliar.

Kegagalan SMI berikutnya adalah tax amnesty yang jauh di bawah target. Inilah yang menyebabkan SMI gemetaran panik, apalagi data Kemenkeu menunjukkan realisasi penerimaan pajak trend-nya turun terus. Pada 2016, penerimaan pajak non migas hanya Rp 997,9 triliun, turun dibandingkan dengan realisasi penerimaan 2015 yang Rp 1.061 triliun. Angka kekurangan makin mengerikan jika merujuk pada target yang dipatok yaitu yang sebesar Rp 1.355 triliun, berarti dia hanya mampu meraih 81,5 persen dari target.

Langkah gagal dan ngawur tim ekonomi Jokowi di bawah komando SMI dan Darmin Nasution tidak aneh, karena bagi penganut dan antek neoliberal seperti mereka rumus generiknya dari jaman Orde Baru sampai saat ini masih sama. Yaitu bila menghadapi masalah anggaran caranya hanya mutar-mutar pada tiga hal, yakni pemangkasan budget/austerity, memalak rakyat lewat pajak, dan menambah utang.

Sebenarnya masih ada cara ke empat, yaitu menjual aset negara dan BUMN. Waspadalah!!. [***]

Satyo Purwanto
Sekretaris Jenderal Pro Demokrasi
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Siapa Berani Lawan Gatot?

Siapa Berani Lawan Gatot?

, 19 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

, 19 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Kunjungi Pengolahan Teri

Kunjungi Pengolahan Teri

, 18 SEPTEMBER 2017 , 02:28:00

Persiapan Indonesia Banking Expo 2017

Persiapan Indonesia Banking Expo 2017

, 18 SEPTEMBER 2017 , 23:16:00

Pembangunan Infrastruktur Kampus

Pembangunan Infrastruktur Kampus

, 18 SEPTEMBER 2017 , 23:02:00