Rita Widyasari

Gagal Sepakat, RUU Pemilu Akan Diputus Melalui Voting Paripurna

Politik  KAMIS, 13 JULI 2017 , 22:51:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Gagal Sepakat, RUU Pemilu Akan Diputus Melalui Voting Paripurna

Foto: RM

RMOL. Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pansus RUU Pemilu) menyelenggarakan rapat kerja (Raker) dengan pemerintah yang diwakili oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7).
Rapat yang dipimpin oleh Ketua Pansus RUU Pemilu, Lukman Edy yang membahas soal isu krusia itu berlangsung alot karena adanya perdebatan. Perdebatan terjadi tidak hanya antara anggota Pansus dengan pemerintah, tapi juga antar anggota yang mewakili fraksinya masing-masing.

Setelah sekian jam rapat, dan diselingi dengan lobi-lobi, Pembahasan RUU Pemilu masih menemui jalan buntu, Pansus kemudian mengakiri rapat dan memutuskan beberapa kesimpulan.

"Hasil kesepakatan lobi, ada 3 kesepakatan," kata Lukman membacakan kesimpulan rapat.

Pertama, lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, seluruh fraksi bersama pemerintah menyepakati 5 paket opsi isu krusial dibawa ke dalam rapat paripurna untuk diambil keputusan.

Kedua, tambah Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini, upaya-upaya untuk mencapai musyawarah mufakat tetap dilakukan sampai dengan rapat paripurna tanggal 20 Juli 2017 diselenggarakan.

"Ketiga, dalam hal keputusan paripurna terkait opsi tertentu memiliki konsekuensi terhadap lampiran Undang-undang, maka pansus dan pemerintah diberi kesempatan dalam waktu 3 kali 24 jam untuk menyelesaikan dan menyepakatinya," pungkas Lukman.

Adapun lima paket isu krusial dalam RUU Pemilu yang telah disepakati oleh Pansus adalah: Paket A; Presidential Threshold 20/25 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara saint lague murni.

Paket B; Presidential Threshold 0 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara kuota hare.

Paket C; Presidential Threshold 10-15 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara kuota hare.

Paket D: Presidential Threshold 10/15 persen, Parlementary Threshold 5 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-8, metode konvensi suara saint lague murni.

Paket E; Presidential Threshold 20/25 persen, Parlementary Threshold 3,5 persen, sistem pemilu terbuka, kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara kuota hare. [sam]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Siapa Berani Lawan Gatot?

Siapa Berani Lawan Gatot?

, 19 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

, 19 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Kunjungi Pengolahan Teri

Kunjungi Pengolahan Teri

, 18 SEPTEMBER 2017 , 02:28:00

Persiapan Indonesia Banking Expo 2017

Persiapan Indonesia Banking Expo 2017

, 18 SEPTEMBER 2017 , 23:16:00

Pembangunan Infrastruktur Kampus

Pembangunan Infrastruktur Kampus

, 18 SEPTEMBER 2017 , 23:02:00