Hanura

Berbagai Perspektif Pertahanan Dibahas Unhan Dalam IIDSS

 SABTU, 15 JULI 2017 , 01:44:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Berbagai Perspektif Pertahanan Dibahas Unhan Dalam IIDSS

Unhan/Net

RMOL. Seminar internasional bertajuk  International Defense Science Seminar (IIDSS) digelar Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 12 hingga 13 Juli lalu. Pakar pertahanan dari berbagai negara hadir dalam seminar yang diikuti lebih dari seribu orang itu.
Salah satu yang dibahas dalam seminar ini adalah mengenai perspektif defense studies. Pemateri membahas pentingnya anggaran pertahanan yang berfokus pada pengalaman pengadaan alutsista di Indonesia dan menggarisbawahi penyeimbangan dan pengembangkan industri pertahanan nasional yang berkelanjutan.

Perspektif ini disampaikan oleh Profesor Ron Matthews dari UK Defense Academy, yang diperkuat oleh pendapat Mr. Siemon T. Wezeman, seorang peneliti senior pada SIPRI’s Arms and Military Expenditure Programme, Swedia dan mantan Seskab Dr. Andi Widjajanto.

Bahkan Andi Wijayanto menjelaskan mengenai hubungan antara politik dan ekonomi dengan belanja pertahanan, khususnya di Asia Tenggara. Ia meyakini bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang paling mungkin di kawasan untuk mengembangkan kompetensi produksi persenjataan.

Sementara mengenai isu terkini, potensi ancaman rudal Korea Utara menjadi pokok bahasannya. Ciri-ciri utama ancaman udara yang muncul dibedah agar dapat diidentifikasi oleh Ground Based Air Defense (GBAD), sebuah sistem penting yang dikembangkan untuk mengatasi evolusi ancaman.

Kebutuhan untuk menangkis serangan rudal Korea Utara dibahas dari perspektif defense technologies oleh Mr. Sveinung Alne, seorang Chief Systems Engineer pada perusahaan persenjataan di Kongsberg, Norwegia.
Kemampuan tersebut penting bagi industri pertahanan nasional yang berkelanjutan mencapai kemandirian teknologi sekaligus menjamin keamanan dan stabilitas sebagaimana disampaikan oleh Dr. Yayat Ruyat, M.Eng, Vice President PT. Pindad.

Selain itu, dibahas juga mengenai kompleksitas isu keamanan yang menyangkut sektor energi. Para peserta seminar sepakat bahwa ketahanan energi merupakan suatu kondisi yang patut menjadi perhatian militer mengingat pentingnya memenuhi kebutuhan energi dalam menjamin kelancaran tugas-tugas operasional.

Pembahasan ketahanan energi secara komprehensif disampaikan oleh pembicara dari Amerika Serikat, Mr. Stephen R. Gorin, Director of Department of Defense (DoD) Energy Programs National Renewable Energy Laboratory (NREL). Ia juga mempresentasikan contoh pengaruh teknologi terhadap pertahanan dan pentingnya energi mendukung kebutuhan militer.

Sementara itu, Ketua Seminar IIDSS Laksda TNI Dr. Amarulla Octavian menilai bahwa hasil seminar ini penting bagi Indonesia untuk memberdayakan sejumlah institusi, termasuk pemerintah dan juga berbagai organisasi yang melaksanakan penelitian dan pengembangan untuk kepentingan nasional bidang pertahanan-keamanan. [ian]

Komentar Pembaca
Nursyahbani Katjasungkana - Derita Rakyat Tergusur (Bag.4)
Nursyahbani Katjasungkana - LGBT (Bag.3)
RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00

JK Jadi Saksi

JK Jadi Saksi

, 12 JULI 2018 , 00:26:00