Rita Widyasari

Presidential Threshold 20 Persen Batasi Pilihan Masyarakat

Politik  MINGGU, 16 JULI 2017 , 19:54:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Presidential Threshold 20 Persen Batasi Pilihan Masyarakat

Net

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan menolak ambang batas pengajuan calon presiden atau presidential threshold di angka 20 persen sebagaimana usulan pemerintah. Dalam pembahasan RUU Pemilu PKS akan melakukan lobi politik agar angka tersebut diturunkan.
"Pemerintah kelihatannya sedang memasang itu harga mati, sementara kami sebetulnya banyak bergerak. Kami awalannya nol persen, kemudian bergerak pada parlementary threshold disamakan," jelas Presiden PKS Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta (Minggu, 16/7).

Menurutnya, Fraksi PKS telah melakukan lobi politik dengan dua partai pro pemerintah yakni Partai Hanura dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dari lobi tersebut, PKS sepakat jika presidential threshold menjadi 10 persen.

"Kita ikutilah 10 persen. Kita berharap pemerintah mau turun, kita sudah naik terus," ujar Sohibul.

Dia pun membeberkan alasan PKS menolak angka presidential threshold sebesar 20 persen. Menurut Sohibul, angka tersebut akan mendekati adanya calon tunggal. Dengan demikian, pilihan masyarakat akan terbatas pada calon presiden.

"Kecil peluang akan ada banyak calon, tentu ini tidak memuaskan bagi pilihan rakyat. Banyak pilihan itu makin baik," imbuhnya. [wah]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Siapa Berani Lawan Gatot?

Siapa Berani Lawan Gatot?

, 19 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

PAN Akan Nobar Film G30S/PKI

, 19 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Kunjungi Pengolahan Teri

Kunjungi Pengolahan Teri

, 18 SEPTEMBER 2017 , 02:28:00

Persiapan Indonesia Banking Expo 2017

Persiapan Indonesia Banking Expo 2017

, 18 SEPTEMBER 2017 , 23:16:00

Pembangunan Infrastruktur Kampus

Pembangunan Infrastruktur Kampus

, 18 SEPTEMBER 2017 , 23:02:00