Rita Widyasari

Relawan: Jokowi Harus Rombak Lingkar Terdekatnya, Jangan Cuma Kabinet!

Politik  SENIN, 17 JULI 2017 , 17:07:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Relawan: Jokowi Harus Rombak Lingkar Terdekatnya, Jangan Cuma Kabinet<i>!</i>

Kabinet Kerja/Net

RMOL. Presiden Joko Widodo didesak untuk merombak bukan hanya kabinetnya tapi juga lingkar terdekatnya yang membuatnya semakin jauh dari rakyat.
"Karena orang-orang inilah yang membuat jarak antara Presiden Jokowi dan rakyatnya serta mengaborsi Nawa Cita yang sejatinya adalah kebijakan Presiden Jokowi untuk membela kepentingan rakyat," ujar tokoh relawan Irwan Ranto Bakkara yang tergabung dalam organ relawan Posraya.

Jimmy mensinyalir ada upaya tidak terpuji dari staf-staf di sekeliling Presiden Jokowi agar mantan gubernur Jakarta itu semakin jauh dari akar rumput. Ia mencontohkan bagaimana sulitnya sekarang relawan berkoordinasi dengan Jokowi. Padahal relawan juga mata dan telinga untuk Presiden agar dapat membantu mengambil keputusan yang tepat atas kebijakan-kebijakan pro-rakyat yang dijalankan.

"Presiden Jokowi harus membongkar staf-staf di sekeliling beliau agar mereka peka terhadap dinamika dan tuntutan di akar rumput dan dapat memberikan laporan yang utuh kepada Presiden," ujar Irwan.

Irwan juga mendesak Presiden Jokowi untuk mencopot Menristekdikti Mohamad Nasir karena akan memindahkan mata kuliah agama di semester terakhir.

"Ini cara berpikir yang sangat keliru dan membahayakan. Justru pengenalan agama disertai dengan pemahaman toleransi harus dari semester awal, karena pada awal kuliah adalah masa-masa mahasiswa memiliki semangat yang tinggi berkeingintahuan dan beraktivitas," ujar Irwan.

Menurut Irwan, kebijakan Menteri Nasir ini berpotensi mendorong aktivis radikal menggoda mereka beraktivitas di luar kampus. Akibatnya kampus justru akan kehilangan kontrol untuk mengendalikan pemahaman radikal yang bisa mempengarui alam pikiran dan perilaku mahasiswa.

Selain itu berdasarkan laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menristekdikti ditengarai menyalahgunakan wewenang karena diduga menerima suap dengan melakukan intervensi yang melampaui batas kewenangannya pada pemilihan rektor di beberapa perguruan tinggi.[wid]  
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Zulhas: Jangan Semua Urusan Presiden!

Zulhas: Jangan Semua Urusan Presiden!

, 20 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

, 20 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Optimalisasi Penerimaan Dana Bagi Hasil

Optimalisasi Penerimaan Dana Bagi Hasil

, 19 SEPTEMBER 2017 , 02:25:00

Pengungsi Kebakaran

Pengungsi Kebakaran

, 19 SEPTEMBER 2017 , 03:31:00

Pansus Akan Laporkan Hasil Kerja Ke Jokowi

Pansus Akan Laporkan Hasil Kerja Ke Jokowi

, 19 SEPTEMBER 2017 , 05:02:00

Jubir Demokrat: Apa Sebenarnya Mau Panglima?

Jubir Demokrat: Apa Sebenarnya Mau Panglima?

Politik19 September 2017 09:24

<i>Pemerintah Pasang Perseneling Satu, Iwan Fals Pun Terkekeh</i>
Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Ini Temuan Dokter KPK di Tempat Novanto Dirawat
Film G30S/PKI Tidak Akurat, Gatot: Emang Gue Pikirin?
Surat Terbuka Penuh Kasih Jilid Dua Untuk Pak Menhub Budi Karya Sumadi
Kampung Dao Belakang Alexis

Kampung Dao Belakang Alexis

Nusantara21 September 2017 00:20

Pansus: KPK Tidak Bersih, Termasuk Pimpinannya
Gaduh Politik, KNPI Beri Catatan Untuk Para Elite
Pansus Tetap Tunggu Pimpinan KPK

Pansus Tetap Tunggu Pimpinan KPK

Politik20 September 2017 22:41