Hanura

Tunggu Surat Resmi KPK, Idrus Marham: Golkar Tetap Solid Dukung Novanto

 SENIN, 17 JULI 2017 , 22:05:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

Tunggu Surat Resmi KPK, Idrus Marham: Golkar Tetap Solid Dukung Novanto

Setya Novanto/net

RMOL. Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejumlah petinggi partai Golkar menyambangi rumah Ketua DPR RI Setya Novanto di jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Senin (17/7).
Salah satunya yang hadir yakni Sekjen Partai Golka Idrus Marham. Menurut Idrus kehadiran petinggi partai Golkar di rumah Novanto untuk menyikapi langkah partai terkait ditetapkannya Novanto oleh KPK.

Meski pertemuan tersebut dilaksanakan secara mendadak, namun Idrus menegaskan ada beberapa hal yang akan mejadi langkah Partai Golkar dalam menyikapi penetapan tersangka Novanto.

Pertama kata Idrus partai Golkar solid mendukung Novanto, hal itu telah diputuskan dalam Rapimnas di Balikpapan, Kalimantan Timur, beberapa waktu.

"Bahwa Partai Golkar mendukung Novanto, dan sekarang ini ada masalah, Golkar tetap solid mendukung Novanto," ujar Idurus di sela pertemuan di rumah Setya Novanto, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Senin (17/7).

Lebih lanjut Idrus menjelaskan terkait langkah hukum yang diambil, pihaknya akan menunggu surat resmi penetapan tersangka dari KPK. Hal tersebut untuk mempelajari secara seksama penetapan Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

"Daris situ nanti tim hukum mempelajari secara seksama penetapan tersebut dan disitu akan ditentukan langkah lanjutan," ujar Idrus.

Seperti diketahui, KPK resmi menetapkan Novanto sebagai tersangka ke empat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Sebelum Novanto, ada nama Andi Agustinus alias Andi Narogong dan bekas pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto yang kini berstatus terdakwa.

Novanto ditetapkan sebagai tersangka lantaran diuduga menguntungkan diri sendiri atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan, dasilitas sehingga diduga merugikan negara.

Atas perbuatan tersebut Novanto disangkakan melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diumah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.[san]

Komentar Pembaca
Harus Ada Reformasi Jilid II

Harus Ada Reformasi Jilid II

, 22 MEI 2018 , 17:00:00

20 Tahun Reformasi Hasilkan Demokrasi Kriminal
Prabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00