Verified

PILKADA KALTIM 2018

Survei Membuktikan, Rakyat Kaltim Menginginkan Rita Widyasari

Politik  JUM'AT, 04 AGUSTUS 2017 , 22:37:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Survei Membuktikan, Rakyat Kaltim Menginginkan Rita Widyasari

Ilustrasi/Net

RMOL. Indonesia Network Election Survey (INES) melakukan survei terhadap Calon Gubernur Kalimantan Timur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang.
Survei dilakukan 14-25 Juli 2017 dengan jumlah sampel sebanyak 1639 responden. Mereka tersebar di 7 kabupaten dan 3 kota di Kalimantan Timur. Adapun tingkat kepercayaan confidence level sebesar 95 persen, dan Margin of Error +/- 2.24 persen. Dengan Populasi Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kalimnatan Timur  pada Pilkada serentak 2015 sebesar 2.440.160 orang pemilih.

Direktur Eksekutif INES, Widodo Edi Trisektianto mengatakan bahwa penelitian terkait pilkada Kalimantan timur ini bertemakan "Masyarakat Kalimantan Timur Bicara, Menilai dan Memilih Tokoh Untuk Gubernur Kalimantan Timur 2018-2023 Dalam Survei Jajak Pendapat Masyarakat Kalimantan Timur“.

Adapun beberapa tokoh yang masuk dalam survey-nya adalah mantan Wakil Gubernur Kaltim 2008-2013 Farid Wadjdy, Anggota DPR RI dari PKS Hadi Mulyadi, Bupati Penajam Paser Utara periode 2013-2018 dan Ketua DPD Gerindra Kaltim Yusran Aspar, mantan Bupati Kutai Barat Ismael Thomas, mantan Bupati Kutai Timur Isran Noor, mantan Bupati Berau H. Makmur, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, mantan Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam, dan Anggota DPR-RI Fraksi PDIP Dapil Kaltim Awang Ferdian Hidayat.

"Metode survei  yang digunakan dalam survei ini adalah metode multi stage random sampling method atau metode sampel jenjang acak bertingkat," jelasnya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Sabtu (5/8).

Hasil dari survei dengan metode wawancara tatap muka langsung ini antara lain 69,4 persen responden menjadikan dasar penilaian calon kepala daerah berdasarkan kapabilitas atau kemampuannya dalam memimpin, sedangkan 30,6 persen responden masih menjadikan jenis kelamin sebagai prioritas masyarakat dalam memilih calon kepala daerahnya.

Kemudian ada 34,3 responden yang memilih gubernur berdasarkan harapan agar calon pemimpinnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

"Kedua, calon yang bisa mengendalikan harga kebutuhan pokok. Persentasenya sebanyak 21,3 persen. Lalu yang ketiga, calon yang mampu menyediakan pendidikan gratis dengan persentase 18,4 persen. Keempat fasilitas kesehatan gratis 26 persen," lanjutnya.

Lebih lanjut, berdasarkan tingkat popularitas di masyarakat, Isran Noor menempati urutan pertama dengan 78,4 persen. Disusul H. Syaharie Jaang dengan 75,2 persen, Rita Widyasari 74,3 persen, Rizal Effendi 72,1 persen, Yusran Aspar 71,3 persen, kemidian Awang Ferdian Hidayat  sebesar 68,2 persen, lalu Sofyan Hasdam 64,2 persen, kemidian H. Makmur, Ismael Thomas, Hadi Mulyadi, Farid Wadjdy di bawah  60 persen.

Kemudian survei juga mencari tahu seberapa besar tingkat penerimaan masyarakat (akseptabilitas) dari semua tokoh yang disodorkan. Rita Widyasari kata dia adalah tokoh yang paling tinggi penerimaannya oleh masyarakat Kalimantan Timur dengan hampir 81,20 persen responden, lalu diperingkat kedua Isran Noor dengan tingkat akseptabilitas 79,2 persen dan disusul oleh Yusran aspar dengan tingkat akseptabilitas 79,1 persen, Syaharie Jaang 77,4 persen, Rizal Effendi 75,3 persen, Awang Ferdian Hidayat 73,9 persen, kemudian H. Makmur 64,2 persen, Sofyan Hasdam 60,9 persen dan H. Farid Wadjdy 59,1 persen kemudian Ismael Thomas dan Hadi Mulyadi memiliki tingkat akseptablitas dibawah 50 persen.

"Dari penilaian sisi kapabilitas terdiri atas pengukuran visioner, intelektualitas, governability, kemampuan politik, kemampuan komunikasi politik, dan leadership disaat menjabat sebagai kapala daerah  tingkat kabupaten dan Kota. Yang menarik dari temuan , Lima tokoh  inilah yang hanya dianggap memiliki tingkat kapabilitasnya diatas 70 persen dan perbedaan yang sangat tipis antara ke lima tokoh tersebut, kelima tokoh tersebut adalah Rita Widyasari adalah tokoh yang paling tinggi tingkat kapabilitasnya yaitu 73,7 persen, lalu Yusran aspar 72,2 persen, Syaharie Jaang 71,8 persen, Rizal Effendi 70,4 persen, Isran Noor 70,2 persen dan tokoh lainnya masing-masing memiliki penilaian sisi kapabilitas  oleh responden sebagai berikut H.Awang Ferdian Hidayat 63,8 persen, Makmur  64,7 persen, Farid Wadjdy 52,3 persen, Ismael Thomas 48,2 persen, Hadi Mulyadi 41,2 persen," urainya.

Sementara itu, lanjut Widodo, dalam simulasi terbuka tanpa memberikan nama tokoh kepada responden, secara spontan mereka menjawab Rita Widyasari. Rita menjadi top of mind masyarakat dengan elektabilitas  26,3 persen. Disusul Yusran aspar 13,1 persen dan Rizal Effendi 12,3 persen, Isran Noor 11,3 persen, Syaharie Jaang 10,2 persen, dan responden yang tidak memberikan jawaban sebanyak 9,2 persen. Sementara tokoh lainnya seperti Awang Ferdian Hidayat dipilih oleh responden sebanyak 5,6 persen, Sofyan Hasdam 4,2 persen, Makmur 3,3 persen , kemudian Ismael Thomas 2,1 persen, Farid Wadjdy 1,3 persen dan Hadi Mulyadi 1,1 persen.

"Dan dalam pertanyaan tertutup terhadap sebelas nama calon Gubernur Kalimantan timur, Rita Widyasari unggul dengan tingkat elektabilitas sebesar 28,2 persen. Sementara Yusran aspar  berada di bawahnya dengan dukungan sebesar 12,6 persen, Rizal Effendi 12,1 persen, Syaharie Jaang  11,9 persen, Isran Noor 10,4 persen, sementara tokoh lainnya seperti Awang Ferdian Hidayat dipilih oleh responden  sebanyak 5,8 persen, Sofyan Hasdam 3,1 persen, Makmur 3,4 persen, kemudian Ismael Thomas 1,6 persen, Farid Wadjdy 1,1 persen dan Hadi Mulyadi 1,3 persen dan responden yang belum memilih 8,5 persen," pungkasnya. [sam]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00