Verified

PPP Tolak Pembangunan Apartemen Dan Usulkan Gedung Baru DPR

Politik  JUM'AT, 11 AGUSTUS 2017 , 13:23:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

PPP Tolak Pembangunan Apartemen Dan Usulkan Gedung Baru DPR

Gedung DPR/Net

RMOL. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak setuju dengan wacana pembangunan apartemen di Taman Ria, Senayan, Jakarta, untuk ditinggali oleh para anggota DPR.
Sekretaris Jenderal DPP PPP, Arsul Sani mengatakan bahwa saat ini, yang diperlukan para anggota DPR justru hanya perbaikan gedung untuk dijadikan kantor. Gedung Nusantara I di Komplek Parlemen yang selama ini digunakan sudah tidak layak pakai lagi.

"Kalau saya pribadi lebih melihat yang diperlukan anggota DPR adalah gedung kantor. Teman-teman media sudah merasakan bahwa gedung sudah tidak layak. Termasuk lift dan lain-lain. Itu saja yang perbaiki. Perlu gedung lagi, supaya beban gedung tidak berlebihan. Bagi PPP, yang perlu diperbaiki, diadakan adalah gedung kantor DPR, itu yang paling prioritas," ujar Arsul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/8).

Jika dibandingkan dengan pembangunan apartemen, anggota Komisi III ini mengaku lebih memilih perbaikan atau pembangunan gedung kantor baru. Sebab menurut dia, ruang yang biasa digunakan oleh anggota DPR saat ini tidak lebih bagus dari kantor polsek.

"Kalau soal apartemen, pandangan kami, kalau mau dibangun bukan prioritas utama. Yang utama adalah gedung. Coba lihat, ruangan anggota DPR itu sama polsek bagusan mana?" imbuhnya.

Kalau bisa, kata dia, harusnya kantor seorang anggota DPR sesuai dengan standar pemerintah.

"BPK punya gedung baru, MA punya gedung baru, MK juga belum lama (punya gedung baru). Ya yang standar-standar saja. Kalau gedung baru memang iya (kita butuh). Ini kita aja wiridan tiap naik lift," kata Arsul.

Sebelumnya, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR mengajukan kenaikan anggaran dari Rp 4,2 triliun menjadi sebesar Rp 5,7 triliun pada tahun anggaran 2018. Arsul mengaku belum melihat secara langsung rincian anggaran itu.

"Saya belum lihat rincian. Fraksi PPP lihat dulu apa yang diusulkan BURT apakah itu make sense. Itu kan baru usulan dan belum dikabulkan. Pemerintah tentu ada sudut pandang tertentu," pungkas Arsul. [rus]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00