Politisi Senior: Golkar Lebih Baik Mengusung Kader Sendiri Di Pilgub Jatim

Politik  SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 18:45:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Politisi Senior: Golkar Lebih Baik Mengusung Kader Sendiri Di Pilgub Jatim

Ridwan/RMOL

RMOL. Jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018, sudah ada lima bakal calon yang mendaftarkan diri ke Partai Golkar. Beberapa di antaranya adalah Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan kader senior Partai Golkar Ridwan Hisjam yang juga sebagai anggota DPR Komisi X dari daerah pemilihan Malang Raya.
Ridwan mengatakan, dirinya memberanikan diri maju sebagai calon gubernur karena ingin menjadikan masyarakat Jawa Timur lebih maju dan berkembang. Karena dengan begitu maka, citra Golkar untuk bisa memenangkan Pilkada 2018 bisa terlaksana dengan baik. Khususnya mengangkat kembali suara Golkar di Jatim.

"Untuk bisa memenangkan Pilkada serentak 2018, dan Pemilu 2019 kemenangan Golkar bisa dilakukan dengan tiga cara. Menang dengan mendukung kader sendiri, menang dengan mendukung kader atau calon lain, atau kita fokus melakukan konsolidasi penataan organisasi," ujar Ridwan di Jakarta, Selasa (22/8).

Menurutnya, akan lebih baik Golkar bisa mencalonkan kader sendiri karena akan lebih leluasa dalam mengimplementasikan visi misi-nya untuk kemakmuran masyarakat Jatim. Sebab biasanya kata dia, kalau Golkar menang dengan mendukung calon lain, maka calon yang sudah dimenangkan sering kali lupa.

"Kalau pun sudah ada kontrak politik, tapi kontrak politik itu tidak jelas. Kenapa kontrak politik tidak jelas karena tidak ada sanksi kalau dilanggar, tidak ada pelanggaran pidana di situ. Jadi kontrak politik memang tidak jelas," katanya.

Lebih jauh mantan Ketua DPD Golkar Jatim ini mengatakan untuk mendukung kader sendiri ada dua opsi. Pertama mendukung calon sebagai gubernur, atau mendukung calon sebagai wakil gubernur. Ridwan sendiri mengaku siap untuk ditempatkan dalam dua opsi tersebut.

"Sebagai kader saya siap, baik dicalonkan sebagai gubernur ataupun wakil gubernur. Tapi yang pasti saya mendaftarkan diri ke Golkar sebagai calon gubernur bukan dalam posisi wakil," jelasnya.

Ridwan mengatakan dalam politik apapun bisa terjadi. Dalam konteks ini, Golkar akan terus melihat perkembangan politik yang terjadi di Jatim dengan mempertimbangkan beberapa aspek.

"Bila situasi tidak memungkinkan untuk mendapat posisi satu, ya kenapa tidak di posisi dua. Tapi kalau pun Golkar harus mendukung calon sendiri sebagai gubernur, ya saya siap," terangnya.

Misalnya Ridwan mengatakan, dirinya pernah dicalonkan sebagai wakil gubernur Jatim pada pilkada 2003 karena suara PKB saat itu lebih tinggi dibandingkan Golkar.  Demikian juga pada 2008,  di mana Ridwan maju sebagai calon wakil gubernur diusung PDI-P mendampingi Sutjipto.

Namun demikian, meski mantan Ketua Umum Kosgoro ini sudah pernah diusung oleh PKB dan PDI-P, masyarakat Jatim tetap mengenalnya sebagai kader Golkar. Pasalnya Ridwan bukan orang baru di Golkar, ia adalah kader militan yang sudah lama berproses di Partai Beringin ini sejak Orde Baru. Sementara wilayah Jatim adalah tempatnya lahir dan belajar sebagai politisi.

"Masyarakat tetap mengenal saya sebagai kader Golkar, karena memang saya sudah lama dikader di partai ini sejak Orde Baru. Dan sekarang akar rumput banyak yang meminta saya untuk maju kembali sebagai calon gubernur," demikian Ridwan.[san]


Komentar Pembaca
Romo Franz Magnis Suseno - Ibu Theresa (Part 4)
Romo Franz Magnis Suseno - Sri Paus Fransiskus (Part 3)
Nekat Terobos Busway

Nekat Terobos Busway

, 10 DESEMBER 2017 , 00:42:00

Membaca <i>Moeslim Choice</i>

Membaca Moeslim Choice

, 10 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Aktivis Komtak Dukung Palestina

Aktivis Komtak Dukung Palestina

, 10 DESEMBER 2017 , 11:15:00