Rita Widyasari

PMKRI: Persoalan Kesenjangan Harus Menjadi Prioritas Pemerintah

Politik  RABU, 23 AGUSTUS 2017 , 14:56:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

PMKRI: Persoalan Kesenjangan Harus Menjadi Prioritas Pemerintah

Foto: Istimewa

RMOL. Pemerintah diminta serius untuk mengatasi berbagai kesenjangan yang terjadi di masyarakat, mulai dari kesenjangan ekonomi, kesenjangan pendidikan, sosial budaya dan pemerataan pembangunan.
Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Angelo Wake Kako menyampaikan, radikalisme bisa diredam dengan mengedepankan penyelesaian kesenjangan yang dialami masyarakat.
 
"Persoalan kesenjangan harus menjadi priorotas perhatian pemerintah. Kesenjangan menjadi akar munculnya radikalisme,” tutur Angelo, dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Rabu (23/8).

Hal yang sama juga diutarakannya kemarin saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo, kemarin, Selasa (22/8).
 
Angelo mengatakan, janji pemerintah untuk membangun dari pinggiran harus terus dilakukan. Saat ini, kata dia, secara perlahan sudah mulai dirasakan, yang ditandai dengan bergesernya koefisien gini, dari 0,42 pada 2014 ke 0,39.
 
"Sebagai organisasi yang memiliki basis terbesar di wilayah perbatasan, khususnya perbatasan darat seperti di Kalbar, NTT, dan Papua, kami mengapreisasi geliat pembangunan kawasan perbatasan dengan harapan tidak mengesampingkan pembangunan sumber daya manusianya,” ujar Angelo.
 
Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dalam pertemuan itu, dijelaskan Angelo, selain mengulasi radikalisme dan kesenjangan sosial, persoalan penegakan hukum, seperti diterbitkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 harus dikedepankan sebagai sarana menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
"Tatkala Pancasila berada dalam ancaman, kita hadir. Meski begitu, kami sampaikan kepada Pak Presiden bahwa Perppu bukan solusi final terhadap masalah bangsa ini,” ujarnya.
 
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menerima Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI)  di Istana Negara  pada selasa siang (22/8).
 
Pertemuan yang dilakukan tertutup tersebut membahas beberapa persoalan kebangsaan. Presiden mengapresiasi PMKRI yang selama ini terus berkomitmen menjaga persatuan nasional.
 
"Saya tahu dan berterima kasih karena selama ini kalian (PMKRI) membantu untuk menjaga harmoni kebangsaan,” ujar Jokowi.
 
PP PMKRI yang diwakili oleh Ketua Presidium, Angelo Wake Kako menyampaikan bahwa sudah menjadi komitmen PMKRI dalam upaya memerangi radikalisme di Tanah Air.
 
"Kami berkomitmen menjaga Indonesia dari sikap provokatif yang dapat memecah belah keutuhan kita,” ujar Angelo.
 
Pertemuan yang berlangsung 30 menit tersebut berlangsung cair dan santai. Jokowi didampingi Kepala Staf Kepresidenan ( KSP) Teten Masduki, sementara PMKRI diwakili oleh Ketua dan 9 pengurus lainnya.
 
Selain membahas persoalan kebangsaan, Angelo Wake Kako juga secara resmi mengundang Presiden untuk menghadiri dan membuka kegiatan Kongres/MPA PMKRI di Palembang, pada bulan Januari 2018 mendatang.
 
Presiden menerima undangan lisan dan surat resmi yang langsung diserahkan. Jokowi bersedia dan menyanggupi untuk hadir di acara setiap 2 tahunan tersebut.
 
"Saya siap hadir di acara Kongres kalian, harap diingatkan lagi dua minggu sebelum kegiatan,” tutup Jokowi. [sam]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00