KPAI: Perbaiki Pelayanan RS, Sesegera Mungkin Menkes Investigasi

Politik  SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 18:34:00 WIB | LAPORAN: RANGGA DARMAWAN HARAHAP

KPAI: Perbaiki Pelayanan RS, Sesegera Mungkin Menkes Investigasi

Foto: Facebook

RMOL. Terhitung sejak 2011 hingga 2016, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 22.957 kasus pengaduan anak.
KPAI mencatat sedikitnya ada 526 kasus korban pelayanan kesehatan dari total jumlah pengaduan dalam kurun 2011-2016.

Baru-baru ini, kasus pelayanan kesehatan yang buruk terhadap anak membuat bayi berusia 4 bulan, Tiara Debora, kehilangan nyawa.

Anak perempuan dari pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi itu meninggal dunia setelah mengalami sesak nafas dan dilarikan ke RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat. Staf rumah sakit sempat menangani Debora di instalasi gawat darurat (IGD).

Untuk penanganan selanjutnya, dokter menyarankan Debora dibawa ke Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Namun, saran dokter tidak bisa terpenuhi karena orang tua Debora tidak mampu memenuhi syarat administrasi berupa uang muka Rp 11 juta. Di tengah kepanikan, orang tua Debora mencari rumah sakit lain yang bisa menampung putri mereka berbekal kartu BPJS. Namun, belum sempat Debora dipindah, maut lebih dulu menjemput.

Ketua KPAI, Susanto, menilai kasus bayi malang itu menjadi pintu masuk untuk melakukan perbaikan pelayanan rumah sakit terhadap anak dari keluarga tak mampu.

Untuk kasus bayi Debora, Susanto akan memanggil pihak manajemen rumah sakit untuk memberi klarifikasi atas peristiwa yang terjadi.

"Nanti kita lihat hasil klarifikasi dari rumah sakit, kemudian sesegera mungkin melakukan komunikasi dengan Menteri Kesehatan untuk mendorong melakukan investigasi," kata Susanto, usai konfrensi pers di Kantor KPAI Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/9).

Dalam pelayanan kepada anak dan keluarga tak mampu, dia berharap rumah sakit mengedepankan prinsip kemanusiaan dan sosial. Hal itu pun sebenarnya sudah menjadi mandat UU. [ald]

Komentar Pembaca
Romo Franz Magnis Suseno - Ibu Theresa (Part 4)
Romo Franz Magnis Suseno - Sri Paus Fransiskus (Part 3)
Nekat Terobos Busway

Nekat Terobos Busway

, 10 DESEMBER 2017 , 00:42:00

Membaca <i>Moeslim Choice</i>

Membaca Moeslim Choice

, 10 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Aktivis Komtak Dukung Palestina

Aktivis Komtak Dukung Palestina

, 10 DESEMBER 2017 , 11:15:00

Pak Amien Dan Kecebong

Pak Amien Dan Kecebong

Menuju Peradaban10 Desember 2017 18:25

Penanganan Banjir Era Anies Lebih Keren Dari Era Ahok
Jago Selfie Nekat Dari China Dipastikan Tewas
Parisadha Hindu Darma Indonesia: Penolakan Ustadz Somad Di Bali Bukan Soal Agama
Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

Politik11 Desember 2017 04:03