PDIP: Darurat Utang Isu yang Terstruktur dan Sitematis

Politik  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 19:46:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

PDIP: Darurat Utang Isu yang Terstruktur dan Sitematis

Darmadi Durianto/Net

RMOL. PDI Perjuangan tak terima Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla disebut darurat utang. Isu tersebut sengaja dihembuskan oleh pihak yang tidak senang dengan keberhasilan pemerintah dalam membangun infrastruktur.
"Sebenarnya Indonesia tidak darurat utang. Itu semua adalah isu yang terstruktur, masif, dan sistematis yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak tertentu di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Presiden Jokowi,” tegas Politisi PDIP, Darmadi Durianto di Jakarta, Selasa, (12/9)

Dia menjelaskan, berdasarkan standar internasional, utang Pemerintah Indonesia sesungguhnya masih aman. Buktinya, tiga lembaga pemeringkat utang internasional yakni Fitch, Moody's, dan Standard and Poor's menyatakan Indonesia layak investasi.

"Sehingga tidak mungkin saat ini Indonesia darurat utang. Jika kita bandingkan dengan negara lain, porsi utang Pemerintah Indonesia yang 28 persen PDB itu pun tak besar. Negara maju seperti Amerika Serikat saja 78 persen kali PDB nya, dan Jepang 239 persen. Kemudian Malaysia 56 persen, Brasil 78 persen, Vietnam 62 persen, Thailand 42 persen, dan Malaysia 56 persen," jelas anggota DPR RI ini.

"Perbandingan tersebut akan semakin kita pahami dengan memakai data per kapita. PDB per kapita Indonesia tahun 2016 adalah sekitar 3.604 dollar AS."

Darmadi menduga, isu Indonesia darurat utang akan terus dihembuskan untuk menutup mata publik di tengah laju pembangunan yang dilakukan di semua pelosok negeri.

"Mengapa harus berhutang? Jawabannya jelas karena jika hanya mengandalkan pajak saja tidak akan cukup. Sebenarnya tidak masalah kita berhutang jika jelas peruntukannya, dan pengelolaannya dilakukan dengan baik, dapat dipertanggungjawabkan dan jangan dikorupsi,” papar Bendahara Umum Megawati Institute ini.

Kendati demikian, lanjut dia, berdasarkan riset-riset beberapa pakar ekonomi di beberapa negara, utang luar negeri yang tidak dikelola dengan baik, dapat membawa dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah, kata dia lagi, harus dapat mengantisipasi berbagai risiko atas utang dengan tata kelola yang baik.

"Karena masyarakat akan tetap mempertanyakan wujud berdikari dalam ekonomi bila negara terus terbebani utang. Dengan penggunaan yang baik dan benar, utang harusnya dapat membantu mengakselerasi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan diharapkan dapat menurunkan Gini Ratio secara segnifikan,” demikian Darmadi. [sam]

Komentar Pembaca
Darmin Nasution Ngeles Terus!

Darmin Nasution Ngeles Terus!

, 12 DESEMBER 2017 , 19:00:00

Istri Panglima Hadi Bukan Tionghoa

Istri Panglima Hadi Bukan Tionghoa

, 12 DESEMBER 2017 , 15:00:00

AHY Jadi Saksi Pernikahan Putra Bendahara SMSI
Titiek Bersama Sesepuh Golkar

Titiek Bersama Sesepuh Golkar

, 09 DESEMBER 2017 , 19:33:00

Nekat Terobos Busway

Nekat Terobos Busway

, 10 DESEMBER 2017 , 00:42:00