RS Mitra Keluarga Sudah Sigap Tangani Debora

 KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 , 07:15:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RS Mitra Keluarga Sudah Sigap Tangani Debora

BPJS Kesehatan/Net

RMOL. Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres sebenarnya sudah sigab dalam memberikan perawatan kepada bayi Tiara Debora Simanjorang.
Hal itu bahkan sempat diakui oleh orang tua sang bayi, Henny Silalahi dalam sebuah wawancara di televisi swasta beberapa waktu lalu.

Dokter telah sigap memberikan perawatan dari awal Debora masuk IGD. Dokter memeriksa dan memberikan obat pengencer dahak sebagai tindakan pertolongan terhadap Debora.

"Iya, tim medis (RS Mitra Keluarga Kalideres) sigap dalam menangani Debora selama di IGD," katanya.

Namun begitu, dokter menyarankan kepada Henny agar anaknya diberi perawatan lebih lanjut ke ruang PICU.

Demi keselamatan Debora, Henny setuju untuk memasukkan anaknya ke PICU. Tetapi dengan mempertimbangkan biaya, Henny memutuskan untuk mengalihkan perawatan anaknya dengan menggunakan BPJS.

Namun, Kartu BPJS Kesehatan yang dimiliki ternyata tidak bisa digunakan karena rumah sakit swasta itu tidak kerja sama.

Dalam kasus ini, pengamat masalah kesehatan Marius Widjajarta menilai peran BPJS harus lebih mendapat sorotan. Jika berkaca pada kasus Debora, maka bisa dikatakan bahwa layanan BPJS masih kacau.

"Menurut saya, BPJS yang kacau balau," jelas direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPPKI) itu kepada wartawan, Rabu (13/9).

Ia kemudian membandingkan dengan asuransi kesehatan, dimana pasien bisa memilih rumah sakit saat sedang emerjensi.

"Setelah stabil, baru rujukannya ke RS yang masuk askes. Penanganannya juga sudah dijamin karena ada kerjasama dengan Dinkes," ujar Marius.

Namun demikian, pihak BPJS justru menyalahkan pihak provider kesehatan yang memberi pelayanan terhadap pasien.

"BPJS malah menyalahkan providernya, dokternya atau rumah sakitnya yang dianggap salah dan dianggap ada gratifikasi dari pihak provider itu. Padahal seharusnya standarnya BPJS yang sudah memberi jaminan pelayanan emerjensi sejak awal," pungkasnya. [ian]

Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun
Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

, 18 JANUARI 2018 , 16:05:00

Desak Bamsoet Mundur

Desak Bamsoet Mundur

, 18 JANUARI 2018 , 21:29:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00