Verified

Lembaga Pemantau Pemilu Wajib Ikut Proses Pemutakhiran Data

Politik  JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017 , 03:15:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Lembaga Pemantau Pemilu Wajib Ikut Proses Pemutakhiran Data

Bawaslu/KBP

RMOL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merasa sangat terbantu dengan lembaga independen pemantau pemilu.
Menurut Ketua KPU RI, Arief Budiman, lembaga yang telah diresmikan nanti perlu memiliki akurasi terkait upaya pemantauan di lapangan.

"Supaya tahu mereka akurat, pertama mereka harus mengikuti perjalanan proses pemutakhiran data pemilih kita (KPU), dari awal sampai akhir. Supaya mereka tahu betul ada apa di sana dan catatannya apa saja," tegas Arief sebagaimana diberitakan Kantor Berita Pemilu (KBP), Kamis (21/9) malam.

Begitu juga, dengan proses monitoring suatu lembaga pemantau terkait hasil penghitungan suara. Arief mengatakan, lembaga terkait harus memastikan betul hasil rekapitulasi di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Mulai dari tingkat kecamatan, hingga hasil penetapan dari KPU.

"Misalnya, ada kesalahan-kesalahan atau kekurangan-kekurangan dari petugas kita di lapangan, itu jadi masukan. Bisa jadi bahan koreksi kita. Kalau kita klarifikasi datanya ternyata ada kesalahan, tentu kita lakukan koreksi," urainya.

Arief juga berharap, lembaga-lembaga pemantau pemilu itu nantinya dapat bekerja berdasarkan data dan fakta valid. Artinya, mereka diimbau agar tidak menyimpulkan sesuatu sebelum ada data dan fakta yang valid.

"Kalau perlu mereka mengkonfirmasi kepada kita (KPU). Kemudian, mereka bisa ambil kesimpulan untuk menilai apa yang sudah kita kerjakan. Ini bagian dari salah satu bukti pastisipasi masyarakat terkait proses perjalanan pemilu kita," pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini telah diluncurkan salah satu lembaga pemantau pemilu Indonesia Voter Initiative for Democracy (IVID). Lembaga yang bermaskot Keledai itu, diinisiasi rekan Arief di KPU RI, komisioner Hasyim Asyari. Aalah satu inisiator optimis lembaga itu bisa dilegalkan oleh pihak Bawaslu RI.

Dalam peluncuran di Gedung Joeang, IVID memperkenalkan tiga program utamanya. Yaitu, Sistem Informasi Data Pemilih (SADAP), Sistem Verifikasi Dukungan (SIDUKUN) dan Sistem verifikasi penghitungan dan rekapitulasi suara (SIPITUNG).[san]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Bahas Wacana Densus Tipikor

Bahas Wacana Densus Tipikor

, 22 OKTOBER 2017 , 00:25:00

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

, 22 OKTOBER 2017 , 01:33:00

Rider Photo Challenge

Rider Photo Challenge

, 22 OKTOBER 2017 , 21:09:00