Beda Dengan PDIP, PPP Tolak Rekomendasi KPK Hanya Diberi Fungsi Pencegahan

 SABTU, 23 SEPTEMBER 2017 , 14:57:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Beda Dengan PDIP, PPP Tolak Rekomendasi KPK Hanya Diberi Fungsi Pencegahan

Arsul Sani/RMOL

RMOL. Dari total 560 anggota DPR mungkin saja ada anggota dewan yang punya agenda terselubung untuk melemahkan KPK lewat Pansus Angket DPR terkait KPK.
"Di DPR itu ada 560 anggota. Saya juga tidak ingin membantah bahwa mungkin saja dari 560 anggota itu ada niat atau punya agenda untuk melemahkan KPK. Bukan tidak mungkin," kata anggota Pansus dari Fraksi PPP, Arsul Sani di sela-sela diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/9).

Yang menjadi persoalan bagi dia adalah, ada pihak yang menganggap bahwa semua anggota dewan atau lembaga DPR, ingin melemahkan KPK.

Arsul mengaku bahwa saat ini sudah ada pembicaraan soal apa saja yang direkomendasikan oleh Pansus yang akan diparipurakan akhir bulan.

Dalam rapat internal Pansus terakhir, Arsul mengaku bahwa memang ada perdebatan. Dimana dia menentang keras jika KPK hanya difungsikan untuk mencegah saja.

"Saya mungkin berbeda dengan Pak Masinton Pasaribu (anggota Pansus dari PDIP) ataupun dengan fraksinya. Saya terus terang dengan sudah menyampaikan bahwa posisinya PPP bahwa kami tidak akan menyetujui kalau ada rekomendasi yang menginginkan bahwa KPK itu ke depan hanya menjalankan fungsi-fungsi pencegahan," ujar Sekjen PPP ini.

Ditegaskan Arsul, apabila UU 30/2002 tentang KPK direvisi dan fungsi penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dicabut, maka DPR juga harus melakukan konfigurasi penegak hukum secara menyeluruh dengan merevisi juga UU Kejaksaan dan Kepolisian. [rus]

Komentar Pembaca
Penembakan Kader Prabowo, Bukan Soal Politik!
Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

, 22 JANUARI 2018 , 17:00:00

Pesawat Hercules TNI Angkut Bantuan Kemanusiaan Untuk Warga Asmat
Kang Emil Angkat Koper

Kang Emil Angkat Koper

, 20 JANUARI 2018 , 20:57:00

Pengerukan Kali Ciliwung

Pengerukan Kali Ciliwung

, 20 JANUARI 2018 , 17:31:00