Verified

Novanto Berharap Tuah Hadi Poernomo

KPK Bawa 193 Dokumen Di Sidang Praperadilan

Politik  SELASA, 26 SEPTEMBER 2017 , 10:03:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Novanto Berharap Tuah Hadi Poernomo

Setya Novanto/Net

RMOL. Dalam sidang gugatan praperadilan yang diajukan Ketua DPR Setya Novanto, kemarin, KPK membawa 193 dokumen sebagai bukti. Sementara Novanto menggunakan alat bukti yang sama dengan eks Dirjen Pajak Hadi Poernomo. Novanto berharap tuah Hadi.
Sidang yang digelar di ruang Oemar Seno Adji itu dibuka Hakim Tunggal Cepi Iskandar pukul 11 siang. Di awal, kuasa hukum Novanto menjawab pertanyaan kubu KPK soal alat bukti yang dibawa Novanto. Kepala Biro Hukum KPK Setiadi keberatan laporan hasil pemeriksaan (LHP) tersebut digunakan sebagai alat bukti. Dia mempertanyakan dari mana kuasa hukum Novanto mendapat LHP tersebut.

KPK juga menyebut, dalam halaman depan dokumen tersebut tertulis "konsep laporan kinerja KPK". Sementara, dalam daftar bukti, tak ada kata konsep. "Kalau konsep kan belum ada finalisasi dari laporan itu. Apakah bisa jadi bahan bukti dalam kegiatan di praperadilan?" tanya Setiadi.

Kuasa hukum Novanto, Ketut Mulya Arsana mengaku mendapatkan salinan langsung dari BPK dengan mengikuti aturan yang ada di BPK untuk mendapatkannya. Menurutnya, Ketut mengajukan permohonan salinan dokumen tersebut ke BPK 19 September 2017. Permintaan itu dituangkan dalam formulir dari bagian permohonan informasi publik. Setelah itu, BPK memberikan salinan dokumen tersebut di dalam flashdisk. Pihak Novanto juga mendapatkan tanda terima penyerahan dokumen informasi publik. Dia meminta KPK tak mempermasalahkannya lagi. "LHP 115 itu juga dipergunakan dalam perkara nomor 36/2015 itu perkara Bapak Hadi Poernomo. Sehingga jelas itu merupakan domain publik atas dasar domain publik," tegas Ketut.

Untuk diketahui, Hadi Poernomo menggugat status tersangkanya dalam kasus penyalahgunaan wewenang atas keberatan pajak PT Bank Central Asia (BCA) sebanyak Rp 5,7 triliun pada 1999. Pada 26 Mei 2015, hakim tunggal Haswandi mengabulkan permohonan Hadi serta mencabut statusnya sebagai tersangka dengan nomor putusan 36/ Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel.

Kembali ke persidangan, Ketut mengakui, LHP yang didapat itu masih berupa konsep, namun sudah ditandatangani pejabat berwenang. Lagipula yang disampaikan sebagai barang bukti bukan LHP, tapi standar operasional prosedur (SOP) KPK. Dalam LHP tersebut, terlampir SOP penyidikan KPK bernomor 01/23/2008 mengenai Prosedur Kegiatan Penyidikan.

Ketut menjelaskan, SOP itu mencakup penyelidikan, penyidikan, sampai penetapan tersangka. "Hanya itu yang kami gunakan sebagai alat bukti," selorohnya.

Setiadi sendiri mengaku mendapat informasi dari rekan di KPK bahwa LHP itu tidak dijadikan bukti dalam praperadilan Hadi Poernomo. Namun dia agak ragu. Setiadi menyatakan akan mengeceknya.

Ketut kemudian menyerahkan pada hakim Cepi untuk menolak atau menerima LHP tersebut sebagai alat bukti. Menurutnya, LHP itu merupakan penguatan atas bukti seperti putusan Hadi.

Setiadi pun meminta agar diberikan salinan bukti LPH BPK nomor 115 itu. "Kalau boleh kami akan copy dari flasdisk BPK itu," pinta Setiadi.

Menanggapi permintaan itu, pihak Novanto tampak ragu-ragu. Ketut pun kembali menyerahkan kepada Hakim Cepi. "Silakan minta ke yang mulia," ujar Ketut.

Satu jam berkutat dengan tanya-jawab, sidang diskors untuk makan siang. Sidang kemudian dilanjutkan pukul 1 siang. Kali ini, giliran KPK yang menyerahkan alat bukti. Tak tanggung-tanggung, ada 193 surat dan dokumen yang dibawa KPK sebagai bukti atas penetapan Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

Surat dan dokumen KPK tersebut dimasukkan ke belasan kardus cokelat bertuliskan KPK. Ada juga belasan jilid dokumen tampak dimasukkan ke kardus. Bahkan, ada empat jilid dokumen setebal 30 centimeter. Total, ada 16 kardus yang digunakan untuk menampung ratusan bukti itu.

Setiadi mengatakan, isi surat itu bermacam-macam, ada akta perjanjian, surat tentang pembayaran, termin-termin pembayaran, serta dokumen berita acara pemeriksaan saksi, baik saksi yang diperiksa di dalam negeri maupun di luar negeri. Ada pula bukti elektronik yang menunjukkan ada komunikasi antara berbagai pihak dengan pemohon. Misalnya, foto dari HP, laptop, dan e-mail sudah dibukukan dalam CD dan flashdisk. Dokumen itu diperiksa satu per satu oleh hakim Cepi yang dibantu penitera pengganti dan dua pegawai pengadilan. Di hadapannya, sekitar enam pegawai KPK menyerahkan satu per satu dokumen disaksikan dua kuasa hukum Novanto.

Saking banyaknya barang bukti yang diserahkan KPK, pukul 15.00 WIB, Hakim Cepi kembali menskors sidang selama setengah jam. Setelah break, hakim kembali memeriksa bukti-bukti hingga akhirnya sidang ditutup pukul 17.30 WIB. Sidang akan dilanjutkan hari ini dengan agenda mendengarkan pendapat ahli dari pihak pemohon atau Novanto. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Bahas Wacana Densus Tipikor

Bahas Wacana Densus Tipikor

, 22 OKTOBER 2017 , 00:25:00

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

, 22 OKTOBER 2017 , 01:33:00

Rider Photo Challenge

Rider Photo Challenge

, 22 OKTOBER 2017 , 21:09:00