Hanura

Senda Gurau Oso Dan Japto Di Rapimnas Sapma PP

 JUM'AT, 29 SEPTEMBER 2017 , 00:04:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

Senda Gurau Oso Dan Japto Di Rapimnas Sapma PP

Oso dan Japto/Net

RMOL.  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO) dan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP) Japto Soelistyo Soerjosoemarno menghadiri Rapimnas I Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiwa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) yang digelar di Hotel Mutiara Merdeka, Pekan Baru, Kamis (28/9).
Kapasitas Oso pada acara itu membuka Rapimnas, sedangkan Japto selaku pengundang. Di forum itu keduanya  saling mengenang masa saat mereka bersama-sama di kala muda.

Japto memulai duluan mengenang tingkah Oso saat memberikan sambutan. Menurutnya, dia dan Oso merupakan sahabat lama.

"Yang terhormat Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dipanggil Oso. Sahabat saya, dari sama-sama gembel dulu," kata Japto.

Persahabatan itu terus terjalin hingga keduanya kini meraih kesuksesan di bidang masing-masing.

"Kami ini sudah bersahabat puluhan tahun," katanya.

Oso saat giliran didaulat memberi sambutan dan membuka rakernas juga mengingat kisah bersama Japto di masa kecil. Dia mengatakan kalau Japto adalah teman semasa kecil dan sama-sama preman.

"Bukan preman penjahat, bukan," kata Oso disambut tepuk tangan hadirin yang hadir termasuk Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Somantri.

Oso kemudian melanjutkan ucapan dengan memberi wejangan kepada Sapma PP. Di tengah sambutan, Oso kembali mengenang masa mudanya bersama Japto.

"Saya  dulu waktu zaman semuda anda ini, saya ngumpul sama Japto. Dulu Japto anak baik, tidak nakal, seperti saya jugalah kalau dipanggil oleh orang tua selalu nurut," kata Oso disambut tawa lagi.

Ketua Umum Partai Hanura ini lantas bercerita salah satu kenakalan Japto di masa sekolah. Saat masih SMP, kata Oso, Tjapto kalau pulang liburan ke luar negeri selalu membawa cokelat. Nah, cokelat itu dibagi-bagikan kepada teman-teman di sekolahnya.

"Namanya anak-anak dikasih cokelat suka saja. Tahu-tahunya gara-gara cokelat itu teman-temannya diare semua. Ini dikerjain Japto. Dia anak nakal dan cerdas," ungkap Oso kembali disambut tawa hadirin.

Dia menegaskan, anak cerdas tidak gampang diintervensi. Anak cerdas tidak gampang dipengaruhi narkoba.

"Hanya orang bodoh yang mau dipengaruhi narkoba," tegasnya.

Sebagai orang tua, Oso berpesan kepada kader Sapma untuk tidak terlibat narkoba. Dia meyakini, sejauh ini kader Sapma tidak ada yang terlibat narkoba.

"Kalau ada yang terlibat narkoba, bertobatlah, sudah selesai itu narkoba-narkobaaan," jelasnya.

Dia mengatakan, maraknya penggunaan narkoba tidak terlepas dari intervensi oknum asing yang ingin generasi Indonesia bodoh, tidak mau berpikir Pancasila dan tak menghormati orang tua.

"Percayalah orang tua malu kalau melihat anaknya kena narkoba. Kemudian, bisa datang orang memeras menakut-nakuti nanti akan disebarluaskan kalau anaknya kena narkoba," katanya.

"Itu jahatnya narkoba. Syukur alhamdulillah kalian tidak terlibat narkoba," imbuh senator dan pengusaha asal Kalimantan Barat yang memulai karier sebagai pedangan rokok asongan itu. [ian]

Komentar Pembaca
Pianis Muda Indonesia Peraih Penghargaan Internasional
Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

Solidaritas Untuk Rocky Gerung

, 17 APRIL 2018 , 21:28:00

Calon Presiden 2019

Calon Presiden 2019

, 17 APRIL 2018 , 09:04:00