Aturan Satgas Pangan Resahkan Petani Gula

 SENIN, 02 OKTOBER 2017 , 06:55:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Aturan Satgas Pangan Resahkan Petani Gula

Abdul Wachid/Net

RMOL. Sejumlah petani tebu saat ini mulai resah lantaran Pemerintah melalui Bulog belum juga membeli gula mereka. Padahal hujan mulai turun, petani butuh dana untuk hidup sehari-hari dan menggarap lahan mereka kembali.
Begitu kata Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Abdul Wachid itu dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/10).

"Kondisi sekarang gula petani masih menumpuk di gudang-gudang pabrik gula di Jawa maupun luar Jawa, ada kurang lebih 400 ribu ton," terangnya,  

Anggota Komisi VI DPR RI itu mengutarakan bahwa pemerintah melalui Bulog sebelumnya telah berjanji untuk membeli gula para petani, tapi nyatanya Pemerintah tak kunjung membeli gula petani.

"Berdasarkan hasil Rapat Menko Ekuin dan Bulog pada tanggal 15 Agustus 2017 di kantor Menko Ekuin, Pemerintah melalui Bulog berkomitmen untuk membeli gula petani seharga Rp 9.700/kg," ujar Ketua DPD Gerindra Provinsi Jawa Tengah ini.

Selain karena adanya janji pemerintah tersebut, para petani juga terbelenggu oleh adanya aturan Satgas Pangan bahwa yang bisa menjual gula curah di dalam negeri hanyalah Bulog. Artinya pedagang tidak boleh menjual gula curah.

"Petani tebu sebetulnya bisa saja menjual gula mereka kepada para pedagang atau pihak lain, namun karena sekarang ada aturan di Satgas Pangan bila yang bisa menjual gula curah di dalam negeri adalah Bulog, maka pedagang pun enggan membeli gula petani," ungkap politisi Gerindra itu.

Aturan Satgas Pangan ini terang saja bukan malah membuat petani untung, melainkan makin buntung. Nasib mereka saat ini seolah tergantung kepada Bulog, mereka tidak bisa menjual gula mereka secara bebas, sedangan sampai sekarang tidak ada pembelian gula petani oleh Bulog.

Abdul Wachid kuatir jika pemerintah tak segera memborong gula petani, para petani akan kembali ke Jakarta dan mengadukan nasibnya ke Istana, seperti Agustus lalu saat wacana soal PPN terhadap Petani Tebu digulirkan pemerintah.

"Saya kuatir para petani tebu akan datang ke Jakarta mengadu nasib nya pada Presiden Jokowi. Atau terpaksa aksi buang gula lagi dilakukan. Karena para pembantu Presiden tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat," tegasnya.

Bila tidak diambil tindakan yang cepat, maka para petani bisa jadi kapok menanam tebu kembali. Lebih bahayanya lagi, swasembada gula yang dijanjikan Presiden seperti tercantum dalam Nawacita Jokowi dalan sektor Pertanian tidak akan tercapai. [ian]

Komentar Pembaca
Penembakan Kader Prabowo, Bukan Soal Politik!
Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

Supir Angkot: Hak Kami Direbut Anies!

, 22 JANUARI 2018 , 17:00:00

Pesawat Hercules TNI Angkut Bantuan Kemanusiaan Untuk Warga Asmat
Kang Emil Angkat Koper

Kang Emil Angkat Koper

, 20 JANUARI 2018 , 20:57:00

Pengerukan Kali Ciliwung

Pengerukan Kali Ciliwung

, 20 JANUARI 2018 , 17:31:00