Verified

Fahri: Kelakuan Nazaruddin Dan KPK Seperti Teroris

Politik  SENIN, 09 OKTOBER 2017 , 21:40:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang juga terpidana kasus korupsi, Muhammad Nazaruddin, dapat dikategorikan sebagai pelaku terorisme di Indonesia.
Demikian ungkapan dari Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, lewat akun twitter pribadinya @Fahrihamzah.

Fahri menilai, KPK dan Nazaruddin bersekongkol untuk menghancurkan nama baik sejumlah pejabat negara dan Anggota DPR RI.

"Jadi, kelakuan Nazaruddin dan KPK ini sudah bisa saya sebut sebagai terorisme kepada bangsa Indonesia," kata Fahri.

Menurut dia, KPK dan Nazaruddin kompak mempublikasikan sejumlah nama pejabat negara dan Anggota DPR yang dianggap terlibat kasus korupsi E-KTP.

Penyebutan sejumlah nama itu seharusnya dilanjutkan dengan penanganan skandal secara serius. Tujuannya agar diketahui pasti apakah nama-nama yang mereka tuduh itu terlibat korupsi atau tidak.

"Nazar dan KPK adalah otaknya," tegas Fahri.

Fahri mendesak KPK membuktikan kerugian negara serta dugaan keterlibatan sejumlah pejabat dan Anggota DPR dalam proyek pengadaan E-KTP.

"Sekarang KPK terus berusaha menunjukkan seolah ada pesta pora Rp 2,3 triliun di DPR. Dari mana uang itu? Ayo tunjukkan," tantangnya.

"Sekarang kerugian negara sudah hilang dari dakwaan Andi Norogong (terdakwa), lalu apa lagi yang jadi masalah? Si A ketemu si B dan lain-lain. Apa?," lanjut Fahri. [ald]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
25%
Kocak
Kocak
25%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
50%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00