Verified

Gerindra Sepakat Transaksional Politik Minim Tanpa Ambang Batas

Politik  SELASA, 10 OKTOBER 2017 , 00:26:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

Gerindra Sepakat Transaksional Politik Minim Tanpa Ambang Batas

Fadli Zon/RMOL

RMOL. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon sepakat bahwa tidak adanya presidential treshold (PT) dalam penyelenggaran pemilihan presiden (Pilpres) 2019 bisa meminimalisir terjadinya transaksional politik.
"Saya sependapat, ada benarnya, kalau kembali pada nol persen sesuai dengan seharusnya, karena PT (UU Pemilu, red) ini ada yang sudah pernah dipakai, maka peluang untuk setiap Parpol mengajukan calon sangat terbuka," jelas dia di Jakarta, Senin (9/10).

Sependapat yang dimaksud Fadli, yakni pernyataan Pengamat Komunikasi Politik Effendi Gazali yang juga selaku pemohon judicial review UU 7/2017 tentang Pemilu terkait penetapan presidential treshold sebesar 20 persen pada Pemilu 2019 secara serentak.

"Di sisi lain, meminimalisir transaksi-transaksi baik yang berupa transaksi kekuasaan, maupun transaksi (money politik), dan itu artinya, presidential race akan jauh lebih dinamis, menarik dan demokratis," tambah Fadli.

Terlepas dari itu, dia merasa upaya penetapan PT 20 persen merupakan bentuk upaya pembatasan-pembatasan lawan-lawan politik penguasa.

"Saya kira memang berusaha untuk membatasi lawan-lawan politik alias tidak pede dengan suatu kompetisi bebas, jadi dibuat sedemikian rupa dengan tingkat kesulitan. Padahal 20 persen sudah pernah dipake, dan kalau dibilang seperti yang lalu, yang lalu itu sudah selesai sudah basi tidak layak dipake lagi," demikian Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini. [sam]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
100%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00