Verified

Kebijakan Mendag Banyak Merugikan, Petani Ngadu Ke Dewan

Politik  SELASA, 10 OKTOBER 2017 , 00:47:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RMOL. Ratusan petani asal Lamongan Jawa Timur yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) mengadukan nasibnya ke DPR RI.

Di hadapan sejumlah anggota DPR RI seperti Wakil Ketua Komisi IV Viva Yoga Mauladi, Anggota Komisi VII Endro Hermono, Anggota Komisi VII Harry Poernomo, Bambang Haryo Soekartono, dan Anggota Komisi VI Khilmi mereka mengadukan sejumlah permasalahan seperti kebijakan perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan dan tarif dasar listrik yang kian membengkak.

Keluhan mereka ditampung. Anggota Komisi VI dari Fraksi Gerindra, Khilmi mengatakan, sebagai wakil rakyat, pihaknya bersama kawan-kawan akan menyampaikan aspirasi para petani ke pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Perdagangan.

"Kita akan menyampaikan ke pemerintah lewat Komis yang membidangi. Kayak saya ini masalah gula di komisi VI ke Kemendag," tegasnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/10).

Begitu juga untuk aspirasi yang disampaikan di bidang pertanian. Dimana ada Wakil Ketua Komisi IV Viva Yoga Muladi yang akan meneruskan ke pemerintah.

Para petani mengeluhkan harga jual gula. Yang mana Menteri Perdagangan meminta Bulog membeli gula hanya seharga Rp 9700 dari petani. Namun kenyataannya, gula rafinasi impor masih membanjiri pasaran dengan harga yang terbilang sangat murah yakni Rp 9400.

"Dari Kemendag itu kan harusnya ngitung bener kan, antara acuan riil dengan Impor. Padahal gula kita sudah gak diserap oleh masyarakat. Ini yang sangat memberatkan petani. Makanya Mereka rela datang sampai auidence di sini ya karna gula mereka tidak laku," tegasnya.

"Ini yang sangat memberatkan petani.”Adapun untuk tarif dasar listrik yang menurut petani kian memberatkan petani akan disampaikan oleh temannya dari Komisi VII DPR RI yakni Harry Poernomo.

"Tentang subsidi TDL yang sekarang masyarakat sangat berat tentang pembayaran rekening listrik ini. Nah, ini yang akan kita perjuangkan dan tanyakan ke pemerintah kenapa harga listrik sekarang mahal," urainya.

Ketua Forum Komunikasi Gapoktan Lamongan dan Gresik, Noor Anshar berharap agar aspirasi yang dibawa para petani ke DPR bisa sampai ke Kementerian terkait. Gula impor misalkan, pihaknya meminta kepada pemerintah khususnya Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito untuk memperhatikan nasib para petani.

"Masalah gula yang murah dan impor yang gak berhenti-henti. Gula kita kan sudah ada. Tapi kok impor jalan terus. ya jadinya (Harganya) murah. Kasihan lah petaninya. Stop impor lah," keluhnya.

Noor Anshar kemudian mengaku bingung dengan harga lelang yang dilakukan di daerah. Pasalnya harganya lelang memiliki perbedaan hingga ribuan rupiah.

"Nah itu kebijakan pusat. Gimana nih kok harga lelang sedikit banget. Kalau bisa harganya yang bener lah. Biar petani untung. Dulu kan 11.500 HET nya. Kok sekarang (dilelang) malah cuma Rp 9600," tandasnya. [sam]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00