Verified

PDIP: Novanto Dan Zulhas Ingkar Janji, Kami Bisa Pakai Cara Ekstrem

Politik  KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 16:58:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

PDIP: Novanto Dan Zulhas Ingkar Janji, Kami Bisa Pakai Cara Ekstrem

Eva Sundari/net

RMOL. PDI Perjuangan membenarkan bahwa Ketua DPR RI, Setya Novanto, dan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan (Zulhas), pernah berjanji kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk merevisi UU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3).
Revisi yang mereka janjikan bertujuan untuk memberi jatah kursi pimpinan parlemen kepada PDIP sebagai partai politik pemenang Pemilu Legislatif 2014.

Hal itu diungkapkan politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari, saat mengisi diskusi bertema "Nasib Penambahan Kursi Pimpinan DPR dan MPR dalam Revisi UU MD3" yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/10). Selain Eva, hadir pula pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, sebagai narasumber.    

Eva membongkar pertemuan terpisah antara Novanto dengan Megawati dan pertemuan Zulhas dengan Megawati. Baik Novanto maupun Zulhas mengakui bahwa PDIP berhak atas jatah kursi pimpinan parlemen. Kenyataannya sampai sekarang janji merevisi UU MD3 itu belum dipenuhi.

"Janjinya mana? Semua pimpinan fraksi juga mengakui bahwa (kursi pimpinan) itu hak PDI Perjuangan. Itu konsensus tak tertulis. Tapi kenyataannya tidak ada," ungkap Eva Sundari.

Menurut dia, realisasi janji itu penting demi menghormati hak mayoritas rakyat yang ingin PDIP memimpin parlemen. Keinginan rakyat itu sudah tercermin dari kemenangan PDIP pada 2014.

"Kita tak ingin hak rakyat yang memilih PDI Perjuangan menjadi speaker DPR dibajak. Dengan merevisi UU MD3, maka kita menganulir dan mengoreksi anomali yang ada," jelas Eva.

Eva mengatakan, pihaknya bisa saja mendorong hal ekstrem untuk memenuhi keinginan politiknya. Misalnya, dengan meminta Presiden Joko Widodo membekukan parlemen dan menyusun ulang. Tetapi, ia tegaskan bahwa partainya memegang politik yang beradab sehingga tak akan menggunakan tangan besi kekuasaan demi kursi politik.

"Kalau mau koreksi anomali-anomali itu, ya sekarang. Mau meninggalkan legacy baik apa tidak? Ini kesempatan terakhir mengoreksi agar segala sesuatunya menjadi baik," tekan Eva. [ald]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
88%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
13%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00