Cak Imin Sepertinya Lebih Pas Dampingi Jokowi, Gatot Bakal Jadi Sandungan

Politik  JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 08:54:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Cak Imin Sepertinya Lebih Pas Dampingi Jokowi, Gatot Bakal Jadi Sandungan

Muhaimin Iskandar/Net

RMOL. Nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto beberapa bulan terakhir ini santer disebut-sebut cocok mendampingi Jokowi di Pemilihan Presiden 2019.
Di internal Partai Persatuan Pembangunan, bahkan sudah ada wacana mengusung Gatot sebagai cawapres-nya Jokowi.  Sedangkan Novanto dijagokan internal partai yang dipimpinnya, Golkar.

Pengamat politik Ray Rangkuti justru berpendapat Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar lebih pas jadi cawapres Jokowi ketimbang Gatot ataupun Novanto. Terlebih, Muhaimin memiliki basis masa yang kuat di kalangan umat Islam.

"Dibanding Gatot dan Setya Novanto, Muhaimin memiliki potensi lebih besar mendampingi Jokowi. Mungkin saja, Muhaimin maju sebagai cawapres 2019," kata Direktur eksekutif Lingkar Madani (LIMA) ini.

Lebih lanjut Ray mengatakan, politisi sipil memang berpeluang menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019. Tapi, kata dia, modal elektabilitas dan basis massa yang kuat harus jadi syarat utama.

"Tokoh yang punya basis suara seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bisa menjadi contohnya," jelasnya.

Mengacu modal itulah, menurut dia, Cak Imin, panggilan beken Muhaimin, layak diperhitungkan karena punya basis massa yang kuat.

"Syarat populer, basis massa yang kuat jadi modal level cawapres untuk sipil dari parpol. Cak Imin sudah memiliki syarat kuat di basis massa Islam dan didukung partai," ujarnya.

Hanya saja, imbuh Ray, jalan Muhaimin tentu tak akan mudah. Pasalnya PKB harus bekerja keras untuk mendulang suara pada pilkada 2018, khususnya di luar Jawa.

"PKB harus kerja keras untuk meningkatkan elektabilitasnya Cak Imin. Memang, Cak Imin bisa disebut mewakili basis massa NU, akan lebih mudah mendapatkan dukungan dari  para kiai NU, khususnya para kiai sepuh yang sangat disegani di NU. Sehingga, untuk Cak Imin hanya diperlukan melengkapi penyebaran basis massa di luar NU dan di luar Jawa," jelasnya.

Sementara, kata dia, Gatot dan Setya Novanto justru akan menjadi batu sandungan bagi Jokowi di Pilpres 2019. Gatot tidak punya basis massa yang jelas.

"Gatot diperkirakan hanya mendulang suara dari sebagian pendukung Prabowo Subianto. Sedangkan jika memilih Setya Novanto sangat rawan, karena tersandung kasus hukum," urainya.[wid]



Komentar Pembaca
Romo Franz Magnis Suseno - Ibu Theresa (Part 4)
Romo Franz Magnis Suseno - Sri Paus Fransiskus (Part 3)
Nekat Terobos Busway

Nekat Terobos Busway

, 10 DESEMBER 2017 , 00:42:00

Membaca <i>Moeslim Choice</i>

Membaca Moeslim Choice

, 10 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Aktivis Komtak Dukung Palestina

Aktivis Komtak Dukung Palestina

, 10 DESEMBER 2017 , 11:15:00