Hanura

Pimpinan DPR: Isu PKI Tidak Mengenyangkan

 KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 15:06:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

RMOL. Pimpinan DPR RI meminta publik tidak risau dengan terbukanya dokumen rahasia Amerika Serikat soal tragedi 1965 yang diduga melibatkan Partai Komunis Indonesia (PKI).
"Kita bicarakan yang lebih penting, isu PKI itu kan tidak mengenyangkan rakyat," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (19/10).

Taufik menekankan komitmen Indonesia bahwa Pancasila sudah menjadi falsafah kehidupan dalam berbangsa. Terutama soal komunisme yang menjadi musuh utama bangsa.

"Entah itu PKI atau apapun itu tetap menjadi komitmen bahaya laten nasional. Sepanjang ketetapan MPR itu belum dicabut maka menjadi keputusan bersama memerangi komunisme," jelasnya.

Taufik hanya berpesan apabila ada keresahan-keresahan terkait gangguan pada ideologi Pancasila lebih baik melapor pada aparat penegak hukum.

"Hal-hal yang berkaitan dengan Pancasila kita serahkan pada aparat penegak hukum," tegasnya.

Dokumen rahasia yang berisi komunikasi kabel diplomatik AS tentang tragedi 1965 dibuka ke publik oleh lembaga nirlaba National Security Archive (NSA), National Declassification Center (NDC), dan National Archives and Records Administration (NARA) pada 17 Oktober kemarin.

Dokumen yang diungkap itu berisi 39 dokumen rahasia pembantaian 1965 setebal 30.000 halaman. Semuanya merupakan catatan Kedutaan Besar Amerika di Indonesia dari tahun 1964 hingga 1968. Dokumen itu berisi tentang tragedi politik hingga pembantaian massal tahun 1965 atau saat terjadi pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Adapun dokumen yang diungkap itu antara lain mengenai Angkatan Darat yang hendak menjatuhkan Presiden Soekarno, Soekarno dan intrik permainan Istana, dan rencana membunuh Menteri Panglima Angkatan Udara Indonesia Omar Dani. Kemudian ada juga dokumen yang berisi tentang peran Sjarif Thajeb untuk diskreditkan Soekarno, Adnan Buyung yang turut melemahkan PKI dan Soekarno, dan kerusuhan rasial yang menyasar etnis Tionghoa.

Selain itu, ada juga permintaan bantuan dari tentara ke AS, kader PKI mengaku tidak tahu yang terjadi, jihad membantai ribuan orang di daerah, dan Angkatan Darat yang mempersenjatai Hansip untuk bunuh PKI. [wah]


Komentar Pembaca
Pianis Muda Indonesia Peraih Penghargaan Internasional
Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Foto Bersama Para CEO Astra

Foto Bersama Para CEO Astra

, 20 APRIL 2018 , 00:10:00

Kuba Pasca Generasi Castro

Kuba Pasca Generasi Castro

, 19 APRIL 2018 , 09:59:00