Anies Baswedan Tak Akan Semulus Jokowi

Politik  MINGGU, 22 OKTOBER 2017 , 00:13:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Anies Baswedan Tak Akan Semulus Jokowi

Anies-Jokowi/net

RMOL. Perjalanan politik Gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan, sangat berdinamika. Serta sering terjadi goncangan bahkan turbulensi politik di luar ekpektasi publik.
Mulai dari rektor, Menteri, Gubernur DKI, hingga muncul pendapat dan opini terkait potensi Anies ambil peran di Pemilu Presiden 2019. Tapi potensi tersebut bukan tanpa masalah.

"Masalahnya, tentu akan terjadi gesekan kuat dengan Prabowo Subianto, sebagai 'pemilik saham' dan nyawa politik Anies di Pilgub DKI beberapa waktu lalu," terang salah satu Direktur Lembaga Pemilih Pemilu, Mukhlis Ramlan melalui siaran persnya, Sabtu (21/10) malam.

Apalagi, pesan dan sikap Prabowo di berbagai event kepartaian mau pun kegiatan nasional sangat jelas. Eks Danjen Kopassus itu, masih berhasrat untuk bertarung kembali ketiga kalinya di kontestasi Pilpres tahun 2019.
Artinya, kata Mukhlis, Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak akan menginjinkan Anies untuk maju dengan berbagai alasan.

Alasannya, sosok Anies dianggap lebih patuh daripada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kader Gerindra yang memilih keluar dari partai karena tidak sejalan dengan Prabowo. Padahal, terpidana kasus penodaan agama itu, bisa duduk di kursi DKI 2 berkat andil Prabowo, sebelum akhirnya naik menggantikan Jokowi sebagai Gubernur.

"Jadi, kalau Anies dan timnya memaksakan maju ke Pilpres 2019, pasti akan berhadapan dengan kekuatan politik Gerindra. Serta harus mencari tiket Pilpres di luar Gerindra," papar Mukhlis.

Faktor lainnya, terkait popularitas dan pilihan publik yang berbeda. Antara iklim rakyat Jakarta dan luar Ibu Kota. Menurut Mukhlis, sulit bagi pemilih dari luar Jakarta untuk menerima Anies yang penuh kontrversi.
 
Baik sebelum menjabat Gubernur hingga resmi menjabat. Begitu juga dengan kemenganan Anies di Pilgub DKI yang menjadi potret luas yang memvisualisasikan tragedi politik.

Putaran pertama Pilgub DKI dimenangkan Ahok. Masuk putaran kedua, sangat menyita energi dan pertarungan segala kepentingan menaikkan grade Pilgub setara Pilpres.

"Hingga akhirnya, Anies menang dengan sejarah politik yang tidak bisa dibantah. Bahwa Anies diuntungkan oleh berbagai momentum. Efeknya menggerus pemilih petahana (Ahok) yang menang diputaran pertama dengan selisih tipis," urainya.

Dengan sederet peristiwa tersebut, maka sulit jika Anies dan loyalisnya memaksakan maju ke Pilpres 2019. Karena momentum dan tragedi politik yang terjadi pada Jokowi saat Pilgub DKI lalu, tutur Mukhlis, sangat tidak mungkin terulang di Pilpres 2019.

"Memori pemilih selalu bergerak dan berubah setiap waktu secara dinamis," tutupnya. [san]


Komentar Pembaca
Romo Franz Magnis Suseno - Ibu Theresa (Part 4)
Romo Franz Magnis Suseno - Sri Paus Fransiskus (Part 3)
Nekat Terobos Busway

Nekat Terobos Busway

, 10 DESEMBER 2017 , 00:42:00

Membaca <i>Moeslim Choice</i>

Membaca Moeslim Choice

, 10 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Aktivis Komtak Dukung Palestina

Aktivis Komtak Dukung Palestina

, 10 DESEMBER 2017 , 11:15:00

Pak Amien Dan Kecebong

Pak Amien Dan Kecebong

Menuju Peradaban10 Desember 2017 18:25

Penanganan Banjir Era Anies Lebih Keren Dari Era Ahok
Jago Selfie Nekat Dari China Dipastikan Tewas
Parisadha Hindu Darma Indonesia: Penolakan Ustadz Somad Di Bali Bukan Soal Agama
Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

Politik11 Desember 2017 04:03