Hanura

KPU Tidak Terima Dituduh Diskriminatif

 SENIN, 23 OKTOBER 2017 , 19:29:00 WIB | LAPORAN: RANGGA DARMAWAN HARAHAP

KPU Tidak Terima Dituduh Diskriminatif

Arief Budiman

RMOL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak pernah membedakan perlakukan antara satu parpol dengan parpol lainnya.
Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, saat diwawancarai di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Senin (23/10).

Dia mengatakan, semua parpol dianggap sama dalam proses verifikasi. Petugas verifikasi mengecek satu per satu berkas yang diserahkan tiap parpol.

Dia menghargai pengaduan sejumlah partai, yakni Partai Idaman, Partai Rakyat, dan Partai Pengusaha dan Pekerja, ke Badan Pengawas Pemilu atas dugaan pelanggaran administrasi oleh KPU.  

Arief Budiman berjanji mempelajari apa saja yang dilaporkan parpol ke Bawaslu. Pihaknya akan menjawab setelah menerima laporan yang diajukan parpol ke Bawaslu.

"Kami belum tahu laporannya seperti apa. Kami pelajari laporannya, nanti kami jawab. Saya tidak berandai-andai dan akan kami jawab sesuai laporannya," ucap Arief.

Tadi, Pengurus Pusat Partai Islam Damai dan Aman (Idaman) melaporkan dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan KPU ke Bawaslu.

Laporan tersebut dilakukan karena mereka dianggap tidak memenuhi kelengkapan pendaftaran dan verifikasi. Seperti halnya, tidak ada kepengurusan, tidak memiliki kantor partai, dan juga ketidaksesuaian antara nama lokasi dengan kepengurusan.

"Tadi kami lapor soal pelanggaran administrasi yang seharusnya mendaftar tapi sudah diverifikasi," kata Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama, di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (23/10).

Dia mengklaim, Partai Idaman telah memenuhi persyaratan yang diminta untuk menjadi peserta pemilu. Namun Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) milik KPU sering tidak terkoneksi. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab Parpol kesulitan mengunggah data persyaratan.

Di samping itu, menurut Rhoma terdapat sejumlah partai yang tidak memenuhi syarat administrasi namun dinyatakan lulus oleh KPU. Ia menyebutkan PKB, Partai Demokrat, Partai Hanura, PSI, Partai Garuda, Partai Berkarya.

"Itu sama sekali tidak memenuhi syarat, tetapi mereka lulus," kata Rhoma. [ald]

Komentar Pembaca
DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

, 20 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Tumpeng Golkar Untuk OSO

Tumpeng Golkar Untuk OSO

, 13 FEBRUARI 2018 , 17:33:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00