Hanura

Direktur Asia Pasifik IDEA: Demokrasi Sedang Berada Di Persimpangan Jalan

 MINGGU, 10 DESEMBER 2017 , 01:29:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Direktur Asia Pasifik IDEA: Demokrasi Sedang Berada Di Persimpangan Jalan

Diskusi KPU/net

RMOL. Tantangan dan ancaman telah muncul di negara dan wilayah tertentu. Sekalipun tantangan terhadap demokrasi bertambah, data menunjukkan bahwa secara global demokrasi tidak sedang menurun. Dunia telah mengalami kemajuan demokratik yang terus berlanjut. Meski kemajuannya telah melambat selama dekade terakhir.
Begitu dikatakan Direktur Asia Pasifik International Institute for Democracy and Electoral Assistance (International IDEA) Leena Rikkila Tamang saat diskusi Kondisi Demokrasi Elektoral Indonesia dan Tantangan Kedepan di media center Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/12).

Menurut Leena, sekarang ini demokrasi sedang berada di persimpangan jalan. Tindakan-tindakan yang berkelanjutan harus diambil untuk menjaga dan melindunginya.

Kata Leena, berdasarkan Publikasi Status Demokrasi Global lnternational IDEA, yang didasarkan atas indikator Keadaan Demokrasi Global yang baru, menyoroti bahwa hampir semua aspek demokrasi telah lebih maju selama empat dekade terakhir.

Dijelaskan Leena, sebagian besar negara demokrasi elektoral yang terbentuk dalam periode ini berhasil bertahan hidup, dan jumlah serta proporsi negara yang menyelenggarakan pemilu telah bertambah.

Menurutnya, pemerintah sekarang lebih bersifat perwakilan dari (dan bertanggung jawab pada) para pemilih mereka, semakin banyak negara yang menghormati hak asasi warga negaranya, juga hak-hak dan kesetaraan sosial menunjukkan perkembangan yang pesat.

Yang lebih penting lagi, kata Leena, pemerintahan lebih dibatasi dengan pengendalian oleh parlemen, lembaga kehakiman dan media. Selain itu, berdasarkan analisis International IDEA, nilai yang diberikan rakyat kepada demokrasi diperkuat ketika terjadi kemunduran demokrasi. "Aspek yang paling sukar untuk diatasi bagi demokrasi adalah korupsi dan penegakan hukum yang belum berkembang sejak 1975," ungkapnya.

Menurut Leena, berdasarkan edisi pertama publikasi The Global State of Democracy (Keadaan Demokrasi Global) menganalisis dan menilai tantangan dan ancaman yang muncul. Hal ini didasarkan pada serangkaian indeks baru yang mengumpulkan data mengenai atribut demokrasi kunci di 155 negara dari tahun 1975 sampai 2015.

Titik awal tahun 1975 bersamaan dengan ratifikasi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Hak-hak Sipil dan Politik serta hak-hak Ekonomi dan Sosial, dan apa yang disebut 'Gelombang Demokrasi Ketiga'.

Dengan memusatkan perhatian pada beberapa krisis yang paling menekan bagi demokrasi hari ini, publikasi ini memberikan wawasan mengenai masa depan partai politik dan perwakilan, korupsi dan uang dalam politik, ketidaksetaraan, migrasi, dan pembangunan perdamaian pasca-konflik.

Publikasi ini memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti bagi warga Negara, politisi, dan teknokrat di seluruh dunia dalam upaya mengatasi ancaman-ancaman ini.

"Kami melihat tantangan-tantangan bagi demokrasi dalam berita harian kami. Terdapat kasus-kasus para pemimpin nasional mencoba mempertahankan kekuasaan di luar batas konstitusi, serangan-serangan terhadap hak asasi manusia, serta kemunduran kebebasan sipil dan kebebasan pers," pungkas Leena mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal IDEA, Yves Leterme. [san]


Komentar Pembaca
Pianis Muda Indonesia Peraih Penghargaan Internasional
Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

Jadi Presiden, Ini Program Rizal Ramli

, 21 APRIL 2018 , 11:00:00

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

Spanduk #2019GantiPresiden Terbesar

, 19 APRIL 2018 , 01:12:00

Foto Bersama Para CEO Astra

Foto Bersama Para CEO Astra

, 20 APRIL 2018 , 00:10:00

Kuba Pasca Generasi Castro

Kuba Pasca Generasi Castro

, 19 APRIL 2018 , 09:59:00