Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

 SENIN, 11 DESEMBER 2017 , 04:03:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

Titiek Soeharto/Net

RMOL. Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto memang memiliki kans untuk bisa menjadi ketua umum Golkar menggantikan Setya Novanto yang saat ini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terjerat skandal korupsi e-KTP.
Begitu dikatakan pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (11/12).

Jaringan Titiek di DPD Golkar, kata dia lagi, juga terbilang cukup kuat. Namun, yang menjadi persoalan lagi-lagi adalah soal restu dari Presiden Joko Widodo.

“Seringkali saya sampaikan berulang kali. Ketua umum Golkar dari sononya, ada tidak sinyal positif dari Istana, kode atau restu dari Presiden Jokowi,” kata Pangi.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting ini merasa, sosok Jokowi masih menjadi penentu dalam perebutan kursi nomor satu di partai beringin ini.

“Pertanyaan selanjutnya apakah Titiek Soehato disukai dan diterima Jokowi (akseptabilitas) dan Jokowi juga pasti menanyakan komitmen Titiek terkait komitmennya mendukung  dan bisa bekerjasama dengan pemerintah,” jelasnya.

Terlepas dari itu, Pangi menilai, sosok kuat pengganti Novanto di internal Golkar adalah Airlangga Hartarto. Menteri Perindustrian ini punya kans atau potensial karena beliau sangat dekat dengan Jokowi.

"Airlangga juga lebih diterima Jokowi, bisa bekerja sama dengan pemerintah dan tidak tersandera kasus hukum, relatif lebih bersih. Airlangga orangnya Jokowi, disenangi dan disukai Jokowi," tandasnya. [sam]


Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun
Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

, 18 JANUARI 2018 , 16:05:00

Desak Bamsoet Mundur

Desak Bamsoet Mundur

, 18 JANUARI 2018 , 21:29:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00